Beritasumut.com-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Nurhajizah Marpaung menjelaskan jika kondisi makro ekonomi dan sosial Sumatera Utara (Sumut) sejak tahun 2013 hingga tahun 2014 mengalami hal-hal yang kurang stabil. Namun dari tahun 2015-2017, pertumbuhan ekonomi Sumut berada di atas pencapaian nasional. “Untuk tahun 2017 pertumbuhan ekonomi Sumut optimis akan mencapai kisaran 5,07 persen. Hal ini berlandaskan pada pencapaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan ketiga tahun 2017, yang tercatat sebesar 6,07 persen dibanding priode yang sama tahun 2016. Angka ini masih lebih baik dibanding pertumbuhan nasional yang tercatat sebesar 5,03 persen,” ungkap Wagubsu dalam Seminar Nasional Teknik Mesin, Lustrum XI Teknik Mesin USU (1962-2017) yang digelar di Hotel Grandika, Kamis (23/11/2017). Selain itu, lanjut Nurhajizah investasi PMA dan PMDN triwulan ketiga tahun 2017 telah mencapai Rp20,66 triliun atau naik 6,55 persen dari pencapaian tahun 2016. Sementara angka inflasi sampai Oktober 2017 juga tercatat membaik yaitu sebesar 2,05 persen, jauh lebih terkendali dibanding tahun 2016. Nilai neraca perdagangan pada triwulan III (September 2017) tercatat surplus sebesar US$3,71 miliar, dimana 53,63 persennya adalah nilai ekspor. Di sisi lain, kata Wagubsu, jumlah penduduk miskin di Sumut pada Maret 2017 tercatat 1,45 juta jiwa atau sebesar 10,22 persen dari total jumlah penduduk sebesar 14,10 juta jiwa. Sedangkan untuk kondisi kelistrikan kondisi Oktober 2017, rasio elektrifikasi Sumut telah mencapai 94,70 persen, rasio desa berlistrik sebesar 93,22 persen dengan kapasitas daya terpasang pembangkit sebesar 2.384 MW. Daya mampu pembangkit sebesar 2.384 MW dan beban puncak sebesar 2.202 MW, artinya Provinsi Sumut telah mengalami surplus sebesar 182 MW. “Kondisi ini dirasakan belum optimal dan perlu dilakuan peningkatan untuk memacu pembangunan Sumut yang berdaya saing dan sejahtera,” pungkas Nurhajizah.(BS03)