Beritasumut.com-Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi mendesak percepatan penyelesaian perbaikan jalan rusak di Kota Medan. Orang nomor satu di Pemko Medan ini menargetkan akhir Desember ini, seluruh jalan rusak yang selama ini dikeluhkan masyarakat selesai diperbaiki. Untuk itulah proses pengerjaannya saat ini dilakukan siang dan malam. Demikian diungkapkan Walikota ketika meninjau pembetonan di Jalan Bilal, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Barat, Rabu (18/10/2017). Selain ingin memastikan kualitas pembetonan yang sedang dilakukan, peninjuan ini untuk mempercepat penyelesaian perbaikan jalan. “Untuk itulah kita sangat mengharapkan kesabaran masyarakat. Insya Allah akhir Desember ini, jalan rusak yang selama ini dikeluhkan masyarakat akan selesai diperbaiki. Untuk mewujudkan hal ini, perbaikan jalan rusak baik itu melalui pengaspalan hotmix maupun pembetonan dilakukan siang dan malam,” kata Walikota. Dikatakan Walikota, selama ini perbaikan jalan dilakukan malam hari untuk menghindari terjadinya traffic crawded jam (kemacetan cukup parah). Namun untuk mengejar waktu sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna jalan, perbaikan jalan pun dilakukan siang dan malam. Walaupun penyelesaian perbaikan jalan dipercepat, tegas Walikota, namun kualitas perbaikan harus tetap nomor satu. Apabila pengerjaan kedapatan dilakukan asal-asalan, Walikota pun berjanji langsung menghentikannya dan menggantinya dengan swakelola. “Hal ini kita lakukan agar hasil perbaikan jalan bisa tahan lama sehingga memuaskan masyarakat,” tegasnya. Selanjutnya Walikota mengungkapkan, ada 50 paket perbaikan jalan yang dilakukan tahun ini. Dari jumlah tersebut, separuhnya diantaranya telah dilakukan perbaikan, sedangkan sisanya menyusul karena seluruh Surat Perintah Kerja (SPK) sudah ditandatangani. “Itu sebabnya kita terus lakukan percepatan sehingga akhir Desember ini rampung seluruhnya,” ungkapnya. Dalam pengerjaan perbaikan jalan, Walikota memamparkan ada kendala yang dihadapi para pelaksana proyek. Tingginya intesitas hujan menyebabkan para pelaksana proyek untuk sementara menunda pengerjaan, terutama perbaikan jalan yang dilakukan dengan pengaspalan (hotmix). “Kalau perbaikan jalan yang dilakukan dengan pembetonan, hujan tidak menjadi kendala. Namun perbaikan jalan dengan pengaspalan, hujan jelas menjadi kendala. Sebab, tidak mungkin pengaspalan dilakukan dengan kondisi jalan digenangi air. Oleh karenanya kita berupaya membantu mereka untuk mendukung percepatan tersebut,” paparnya.(BS07)