Permintaan Kopi dari Luar Negeri Meningkat, Pemprovsu Dorong Peningkatan Produksi Kopi

- Selasa, 03 Oktober 2017 20:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102017/5050_Permintaan-Kopi-dari-Luar-Negeri-Meningkat--Pemprovsu-Dorong-Peningkatan-Produksi-Kopi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H T Erry Nuradi mendapat penghargaan atas komitmen dan dukungan Pemprovsu dalam meningkatkan produksi dan daya saing kopi nasional tahun 2017. Penghargaan diberikan oleh Kementerian Pertanian yang diterima Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Ir HerawatI N MMA  bertepatan dengan Hari Kopi Internasional di Provinsi Lampung, Minggu (01/10/2017). 

 

"Ini pertama kalinya Sumut meraih penghargaan untuk komitmen peningkatan produksi dan daya saing kopi. Dan ini juga merupakan tahun pertama penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Pertanian," ujar Kadis Perkebunan Sumut di Medan, Selasa (03/10/2017).

 

Dikatakannya, penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Perkebunan RI. Ada beberapa provinsi di Indonesia yang meraih penghargaan yang sama di antaranya Lampung, Sumatera Selatan, Jabar, Jateng, Sulbar dan Sulteng. Untuk Sumatera Utara sendiri meraih penghargaan untuk peningkatan jenis kopi Arabika. Seperti diketahui, jenis kopi Arabika  merupakan premium kopi spelsialty Sumut dengan berbagai variasi keunggulan. Tekstur kopinya halus, mempunyai citra rasa berat dan spesifik serta mempunyai citra rasa floral dan kekentalan yang baik maupun keasaman yang seimbang. 

 

Selain kopi Arabika, di Sumut juga dikembangkan jenis kopi Robusta. Luas tanaman kopi untuk Robusta di Sumut 21.663,81 hektare dengan produksi 9.663,52 ton. Kopi ini tersebar di Tapanuli Selatan dan Deliserdang. Sementara untuk kopi Arabika, luas tanamannya di Sumut yakni 61.231,44 hektare dengan produksi 49.176,51 ton. Kopi ini tersebar di dataran tinggi seperti pada Kabupaten Madina, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Simalungun, Tapsel, Dairi, Pakpak Bharat dan Humbang Hasundutan."Sumut sama dengan Jawa Barat terima penghargaan untuk kopi yang jenis Arabika. Sementara Lampung dan Sumsel untuk jenis kopi Robusta," jelasnya.

 

Ke depan, setelah penghargaan ini, Pemprovsu akan tetap mendorong para petani di Sumut untuk terus meningkatkan produksi kopinya. Apalagi untuk kopi-kopi yang sudah memiliki sertifikat indikasi geografi (IG/Paten). Saat ini petani kopi yang telah memiliki sertifikat IG tersebut sudah kesusahan melayanani permintaan yang terus meningkat. 

 

"Jadi permintaan dari negara-negara luar terus datang. Stok mereka terbatas. Makanya kita mendorong peningkatan produksinya," ucapnya. Untuk kopi Mandailing saja, petani hanya mampu memenuhi 20% saja dari total permintaan.

 

Selain itu, Pemprovsu juga terus mendorong para petani kopi yang belum memiliki sertifikat IG untuk segera memilikinya. Dan untuk menuju ke sana diharapkan pemerintah kabupaten/kota juga turut mendukungnya. 

 

Pemprovsu sendiri pada tahun 2018 akan mengembangkan perbenihan 1 juta kopi dengan nama varietas Sigararutang. Pengembangan 1 juta benih ini akan dilakukan di Madina, Tobasa, Simalungun dan Taput. "Jadi daerah lainnya yang memerlukan bibit nanti tinggal mengambil dari daerah mana yang terdekat," katanya sambil mengatakan bahwa ini sesuai dengan program kementerian yang menjadikan tahun 2018 sebagai tahun benih.

 

Sementara itu, untuk pemasaran kopi Sumut sendiri disebutkannya realisasi ekspor untuk kopi Arabika berdasarkan data Penerbitan SPEK dan Form ICO tahun 2016 yakni 317.093.993 USD. Sedangkan untuk kopi Robusta senilai 901.169 USD dengan negara tujuan ke Amerika, Arab, Jepang, Jerman, Australia, Canada, Korea, Singapura, Vietnam dan Malaysia. "Pada umumnya kopi kita yang keluar banyak ke negara Amerika. Dan itu sudah dalam bentuk biji kopi (green been). Ke depan untuk meningkatkan daya saing lagi, kita akan terus membina petani kopi kita," pungkasnya.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Segera Sampaikan Laporan Keuangan TA 2024, Pemprov Sumut Targetkan Opini WTP Ke-11

Ekonomi

Pemprov Sumut dan MUI Tandatangani Piagam Kesepahaman Pembangunan Masyarakat Maju dan Berakhlak

Ekonomi

Apel Perdana 2025, Pj Gubernur Sumut Ingatkan ASN Terus Berikan Layanan Terbaik pada Masyarakat

Ekonomi

Sukseskan Berbagai Agenda Nasional di Sumut, Pj Gubernur Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan Forkopimda

Ekonomi

Walikota Medan Hadiri Silaturahmi Forkopimda se-Sumut

Ekonomi

Pj Gubernur Sumut Launching Brand Tunggal ‘Kopi Sumut’