Beritasumut.com-Warga Kabupaten Langkat yang berdomisili di wilayah Langkat Hulu yang keseharianya melintasi jalan Provinsi Sumut meliputi Kecamatan Selesai, Kuala, Salapian hingga Bahorok merasa sangat kecewa terhadap pemerintah. Pasalnya jalan provinsi mulai dari perbatasan Kota Binjai hingga Bahorok terkesan dibiarkan rusak, diduga akibat banyaknya truk pengangkut material galian C melintasi jalan setiap harinya. Informasi yang dihimpun, Jumat (21/07/2017) menyebutkan, selama ini pemerintah Kecamatan setempat telah berupaya kerap menimbun jalan yang berlubang secara swadaya sehingga jalan dimaksud bisa dilalui kenderaan masyarakat. Blokir jalan sudah berulang kali diprakarsai warga jika kerusakan cukup parah membuat pemerintah Kecamatan setempat sibuk dan repot. Hanya akibat ulah pengusaha galian, setidaknya seratusan angkutan jenis Dum truk (DT) bertonase 30-an ton hilir mudik setiap harinya. Ironisnya belum ada perhatian serius dari Pemprovsu sehingga kerusakan jalan semakin parah saja kondisinya, jika musim penghujan sepanjang jalan dimaksud dipenuhi air bak kolam buatan. Sebaliknya saat musim kemarau masyarakat di sepanjang jalan itu menghirup abu akibat terpaan kenderaan bermotor, urai beberapa warga setempat. Kondisi terparah, longsor di perbatasan Kecamatan Salapian-Bahorok meski sudah satu semester (enam bulan) berlangsung namun hingga kini masih dibiarkan saja. Akibatnya saat ini kondisinya sudah semakin memprihatinkan, bahkan longsoran tanah menyentuh bibir aspal. "Bagian dasar tanah telah kobong , takutnya nanti ini makin lebar, habis jalan ini, putus lah sarana transportasi Salapian-Bahorok," sebut Roni, salah seorang warga yang kesal dengan keadaan jalan.(BS08)