Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengapresiasi sekaligus meminta jajaran Bank Sumut untuk tidak berpuas diri walaupun telah mencetak laba tertinggi setelah 52 tahun berdiri. Terkait hal tersebut, Komisaris Utama PT Bank Sumut, Rizal Fahlevi Hasibuan mengatakan, peningkatan laba bersih di tahun 2016 disebabkan oleh pendapatan bunga dan pendapatan syariah yang meningkat sebesar 10,01 persen sebagai dampak dari penyaluran kredit dan pembiayaan syariah. Untuk aset Bank Sumut tahun 2015 meningkat sebesar 8,45 persen yang semula sebesar Rp24.130 miliar pada tahun 2016 menjadi sebesar Rp26.170 miliar. Peningkatan aset ini didorong oleh kenaikan kredit serta dana pihak ketiga yang tercatat sebesar Rp20.804 miliar atau tumbuh 6,94 persen dari tahun sebelumnya. "Sementara, dari sisi penyaluran kredit, tahun 2016 di segmen konvensional mencapai Rp17.189 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 4,99 persen dari tahun 2015," ujar Rizal dalam sambutan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumut tahun buku 2016 dan RUPS Luar Biasa, yang digelar di Ballroom kantor pusat Bank Sumut di Medan, Sabtu (03/06/2017). Turut hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Sumut HT Tengku Erry Nuradi, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sumbagut, Lukdir Gultom, Dirut Bank Sumut Edie Rizliyanto, Komisaris Utama PT Bank Sumut, Rizal Fahlevi Hasibuan, anggota komisaris Hendra Arbie, jajaran direksi Bank Sumut, serta Bupati dan Wali kota pemegang saham Bank Sumut. Begitu juga dengan rasio keuangan lainnya, lanjut Rizal, mengalami pertumbuhan yang baik. Lebih lanjut dikatakan Rizal untuk return on asset (ROA) tahun 2016 mencapai 2,74 persen dari sebelumnya 2,31 persen. Return on equity (ROE) tahun 2016 mencapai 24,84 persen dari sebelumnya 23,90 persen. Sementara Net Interest Margin (NIM) meningkat dari sebelumnya 7,26 persen menjadi 7,89 persen dan terjadi efisiensi pada biaya operasional pendapatan opersional (BOPO) yang menurun dari 82,16 persen di tahun 2015 menjadi sebesar 79,54 persen. Selain itu angka kredit macet (NPL) juga menunjukkan perbaikan yakni menurun dari sebelumnya sebesar 5,00 persen di tahun 2015 menjadi 4,70 persen di tahun 2016.(BS03)