Beritasumut.com-Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sumut menilai pembentukan Bank Tanah menjadi salah satu solusi untuk percepata realisasi pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). "Dengan adanya Bank Tanah, maka harga tanah akan relatif terkontrol. Sebab, kondisi saat ini harga tanah yang cenderung dilepas sesuai mekanisme pasar akan menyulitkan pembangunan rumah untuk MBR," ujar Sekjend DPD APERSI Sumut Irwan Ray, Rabu (03/05/2017). Dikatakannya, selama persoalan tanah masih menjadi kendala, maka akan sulit mewujudkan reasliasi perumahan MBR sesuai yang ditargetkan pemerintah. Saat ini, katanya, realisasi perumahan MBR masih sangat rendah. Pada tahun 2016, realisasi hanya sebanyak 5.500 unit dari target 6.000 unit, begitupun target 2017 yang mencapai 7.000 unit.(BS07)