Beritasumut.com-Kabupaten Samosir memang dikenal sebagai salah satu sentra produksi bawang merah di Sumatera Utara (Sumut). Namun, saat ini, para petani disana kini mengandalkan varietas bawang merah batu ijo. "Kita di Samosir ada enam Kecamatan sebagai sentra bawang merah, yakni Simalindo, Palipi, Arian, Nainggolan dan Unan Runggu. Dalam pengembangan tahun ini kita mengandalkan varietas batu ijo," ungkap Staf Dinas Pertanian Samosir, Ris Mangaraja Sianipar, saat ditemui di pavilun Kabupaten Samosir di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Kamis (13/04/2017). Ris menjelaskan, dipilihnya varietas ini dikarenakan lebih tahan terhadap kelembapan dan juga tanah yang kering. Sehingga sangat cocok untuk iklim yang ada di Samosir. "Kita pernah mencoba varietas yang lain seperti Bima Brebes, tapi kelemahannya ketika musim hujan mengalami busuk umbi," jelasnya. Selain itu, Ris menyebutkan, jumlah produksi dari varietas ini juga lebih tinggi. Produksi perhektarenya dari hasil uji coba yang pernah dilakukan pada kelompok tani disana dapat menghasilkan sebanyak 11 ton perhektare. "Umumnya produksi bawang merah hanya 5-6 ton perhektare. Jadi karena ini, saat ini kita fokus pada varietas batu ijo ini," terangnya. Sejauh ini, sambung dia, petani di Samosir sudah sekitar 60 persen yang mengembangkan bawang merah dengan menggunakan varietas tersebut. Namun, permasalahan yang ada, petani masih mengalami kekurangan untuk mendapatkan benih dari bawang merah itu. "Makabya tahun 2017 ini, kita berencana akan mengembangkan lagi penangkaran benih bawang merah di Samosir. Karena, selama ini kita masih bergantung pasokan benih dari Brebes dan juga Malang," ujarnya. Selain itu, di paviliun PRSU, Ris mengaku Kabupaten Samosir memang sengaja memamerkan komoditas bawang merah. Sebab, produk hortikultura ini ujar dia, merupakan ciri khas dari masyarakat disana yang umum bertanam bawang merah. "Jadi dengan bawang merah kita tonjolkan, inilah samosir," pungkasnya.(BS06)