Harga Karet Turun Lagi, Presiden Diminta Turun Tangan

Herman - Jumat, 07 April 2017 20:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042017/2907_Harga-Karet-Turun-Lagi--Presiden-Diminta-Turun-Tangan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Ketua Kelompok Petani Karet Indonesia (KAPKI) Ginanda Siregar menyampaikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harusnya memperhatikan kondisi petani karet ditengah harga karet yang anjlok lagi. Jika tidak maka bisa berdampak meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia.

 

"Kondisi turunnya kembali harga karet sangat berdampak bagi petani karet. Presiden Jokowi harus segera dicari jalan keluar atas jerit tangis rakyat," kata Ginanda di, Jakarta, Jumat(07/04/2017).

 

Ginanda menuturkan, meski harga karet ditentukan pasar global, namun pemerintah harus menunjukkan usaha serius mengatasinya. Apalagi Indonesia adalah penghasil karet dunia terbesar kedua yang memiliki luas area 3,5 juta hektare dimana 85 persennya merupakan perkebunan karet rakyat. "Bayangkan, 85 persen petani karet di seluruh Indonesia mendadak miskin akibat anjloknya harga karet," ujar Ginanda yang juga mantan Ketua Umum Himlab Raya Jakarta.

 

Lebih lanjut Ginanda mengatakan, naiknya harga bahan bakar minyak dan kebutuhan pokok juga membuat petani semakin menderita. Jika pemerintah tidak segera mengatasinya maka tujuan Presiden untuk menurunkan tingkat kemiskinan akan gagal dan sebaliknya kemiskinan akan meningkat.

 

Mahasiswa Pascasarjana UMJ ini, mengungkapkan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan Jokowi untuk mengatasi anjloknya harga karet. Diantaranya segera bertemu dengan presiden negara pemasok karet dunia yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) yakni Thailand dan Malaysia. ITRC pernah mengambil langkah serupa pada Januari-Juni 2009 dan Oktober 2011-Maret 2012 untuk mendongkrak harga karet. "Yang paling cepat bisa dilakukan adalah kebijakan penggunaan karet sebagai pelapis aspal sehingga jalan-jalan yang dibangun pemerintah juga semakin kuat," ujar Ginanda yang juga menjabat Wakil Ketum Umum Himpunan Mahasiswa Al Washliyah itu.

 

Ginanda menegaskan, segera dorong alternatif pendapatan untuk petani karet. Yang paling cepat adalah dibidang pertanian, peternakan, dan perikanan karena dalam waktu empat bulan langsung panen. Sehingga Nawacita Presiden dibidang ekonomi segera direalisasikan, supaya masyarakat tidak mengeluh persoalan harga karet yang terus anjlok.

 

Seperti dikatahui Muksin Siregar, toke getah di Desa Batang Nadenggan, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhan Batu Selatan mengaku sedih dengan harga getah yang turun lagi. Awalnya harga karet sudah mencapai Rp 11.500/kg tapi kini turun menjadi Rp8.500/kg.(rel)

 


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Prabowo Bakal Operasi Pasar Besar-besaran, Jaga Harga Bahan Pokok Saat Puasa

Ekonomi

Presiden Pimpin Ratas Bahas Stabilitas Harga Komoditas Pangan

Ekonomi

Kunjungi Pasar Sukaramai, Presiden Tinjau Kondisi dan Harga Sejumlah Komoditas Pangan

Ekonomi

Tim Badan Pangan Nasional Bersama Dinas Ketapang Kota Medan Monitoring Sejumlah Pasar

Ekonomi

Mendag: Harga Komoditas Global Relatif Baik, Neraca Perdagangan Agustus Surplus USD 2,3 Miliar

Ekonomi

Minta Miliki Pabrik Pengolahan Karet, Presiden: Jangan Kirim Bahan Mentah Keluar Negeri