Tol Medan-Binjai Ditarget Selesai Akhir Tahun

Herman - Kamis, 06 April 2017 10:57 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042017/4842_Tol-Medan-Binjai-Ditarget-Selesai-Akhir-Tahun-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS03
Beritasumut.com-Progres pembangunan jalan tol Medan Binjai sudah menuai titik terang, ditargetkan akhir tahun 2017 ini dua seksi sudah dapat dioperasionalkan. Namun, saat ini masih terdapat kendala pembebasan lahan di salah satu seksi yang padat permukiman dan ditargetkan penyelesaian pembebasan lahan dapat dilakukan hingga akhir bulan ini.

 

Progress pembangunan jalan tol Medan-Binjai ini langsung ditinjau Menteri BUMN, Rini Soemarno, Menteri Agaria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR, Mochammad Basoeki Hadimoeljono juga Kejagung HM Prasetyo bersama Gubsu Tengku Erry Nuradi dan unsur Forum Komunikasi Daerah (FKPD) Sumut, di Marelan, Medan, Rabu (05/04/2017).

 

Menteri BUMN, Rino Soemarno menjelaskan untuk progress pembangunan jalan tol Medan Binjai dipastikannya tahun 2017 sudah dapat dioperasionalkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Saat ini, lanjut dia masih ada kendala pembebasan lahan pada seksi 1 yang harus diselesaikan dengan  masyarakat.

 

“Untuk persoalan pembebasan lahan di seksi 1 ini memang cukup rumit, sehingga masih dalam proses dan sedang kita bicarakan. Namun, untuk seksi 2 dan seksi 3 saat ini lagi proses pembangunan dan kita targetkan sebelum lebaran sudah dapat digunakan oleh masyarakat,” terangnya.

 

Ditambahkan Rini, kalau dalam bulan April ini pembebasan lahan untuk seksi1 dapat diselesaikan, maka pembangunan sudah dapat dilanjutkan, permasalahannya di lahan tersebut terdapat tiga sertifikat tanah, namun ada 360 KK yang saat ini menempati lahan tersebut.

 

Rini juga menyebutkan untuk persoalan pembebasan lahan di seksi 1 ini, maka Kejagung, Menteri PUPR dan Menteri Agraria dan Tata Ruang juga dapat membantu menyelesaikan sehingga di akhir tahun keseluruhan pembangunan jalan tol Medan-Binjai dapat dioperasionalkan. 

 

“Makanya kita harapkan bulan April ini pembebasan lahan sudah dapat diselesaikan untuk seksi 1, dan kita targetkan di akhir 2017 keseluruhannya dapat betul-betul selesai dan dapat dioperasionalkan,” papar Rini.

 

Lebih lanjut Rini memaparkan progress pembebasan lahan jalan tol untuk ruas Medan- Binjai, untuk seksi 1 Tanjung Mulia-  Helvetia panjang 6.071 Km dengan kebutuhan lahan 36,66 hektar, progress pengadaan lahan 24,74 hektar atau 67,49 persen dan progress fisik 16,715 persen. Untuk seksi 2 Helvetia- Sei Semayang panjang 9,051 Km dengan kebutuhan lahan 46,36 ha dengan progress pengadaan lahan 45,02 ha atau 97,11 persen dan progress fisik 88,43 persen.

 

Selanjutnya untuk seksi 3, Sei Semayang-Binjai dengan panjang 10.319 Km dengan kebutuhan lahan 61,04 ha dan progress pengadaan lahan 60,70 Ha atau 99,48 persen dan progress pembangunan fisik 86,27 persen.

 

Secara keseluruhan panjang luas lahan yang harus dibebaskan 25,441 Ha dengan kebutuhan lahan 144,06 Ha dan luas progress pengadaan tanah 130,45 Ha atau 90,57 persen dengan progress fisik 57,02 persen. Pembangunan ini membutuhkan dana sekitar Rp1,1 triliun.

 

Kejagung HM Prasetyo menyatakan pihaknya siap untuk mengawal dan mendukung pelaksanaan pembangunan infrastruktur.  Kita siap untuk membackup yakni mengawal dan mengamankan pelaksanaan pembangunan,” ujar Prasetyo.

 

Untuk melakukan hal itu, lanjut dia, Kejagung memiliki TP4 yakni tim pengawal pengamanan pemerintah pembangunan. “Kita ada TP4 yang beradadi tingkat pusat juga ada di sini,” jelas Prasetyo.

 

Gubsu Tengku Erry Nuradi mengatakan peninjauan yang dilakukan tersebut merupakan tindaklanjut dari rapat terbatas yang dilakukan pada bulan Maret lalu tentang proyek strategis nasional yang ada di Sumut. 

 

Peninjauan ini terangnya lagi untuk melihat kendala dan masalah pembebasan lahan oleh karena itu Menteri BUMN, Menteri Perhubungan dan lainnya langsung datang ke sini dalam rangka untuk menyaksikan langsung kendala tersebut. 

 

"Ternyata memang ada beberapa masalah pendekatan lahan dan percepatan pembangunan khususnya jalan tol yang harus ada

solusinya. Meskipun ada aturan tapi untuk memback up proses tersebut di lapangan perlu dilakukan koordinasi karena masalah tanah ini sangat dinamis,” ujar Erry.

 

Dalam kesempatan itu Erry juga berharap agar semua masyarakat di Sumut dapat mendukung proses pembebasan lahan sebab tujuanya juga adalah untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan dapat segera diselesaikan. 

 

“Saya harap semua masyarakat Sumut dapat mendukung. Untuk proses pembebasan lahan juga kan sudah lebih baik dari tahun

sebelumnya karena sekarang sudah menggunakan tim apresial, apalagi ini untuk kepentingan bersama dan pembangunan dapat cepat diselesaikan,” paparnya.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Kunker ke Singkawang, Menko AHY Hadiri Perayaan Cap Go Meh dan Cek Pembangunan Infrastruktur

Ekonomi

Resmikan Terminal Ferry International Gold Coast, Menko AHY: Untuk Memperkuat Konektivitas

Ekonomi

Apresiasi Pengelolaan Arus Mudik-Balik Lebaran, Menko AHY: Ini Kontribusi dari Semua Pihak

Ekonomi

Jalan Tol Pekanbaru-Padang, Aceh-Padang, Palembang-Betung Dioperasikan 24 Maret

Ekonomi

Dampingi Presiden Resmikan KITB, Menko AHY: Untuk Infrastruktur yang Memadai dan Membangun Konektivitas

Ekonomi

Hamawas Siagakan Kendaraan Layanan Dan Fungsionalkan Rest Area Sementara Km 99 Tol Tebing Tinggi - Indrapura