Beritasumut.com-Rumah Susun Sukaramai Medan ditargetkan akan selesai dalam waktu 18 bulan. Hal ini diketahui saat kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basoeki Hadimoeljono dalam Groundbreaking dan Peremajaan Rumah Susun Sukaramai Medan, Rabu (05/04/2017). "18 bulan akan selesai. Itu janjinya dirut perumnas. Bukan kata saya," ujar Basoeki saat menegaskan penyelesaian rusun tersebut kepada Dirut Perumnas Bambang Triwibowo. Menurut Basoeki peresmian ini dalam rangka mendukung program sejuta rumah untuk rakyat. Ia mengucapkan terima kasih atas inovasi yang dilakukan perumnas. "Kalau tidak perumnas mana mungkin groundbreaking," katanya. Menurutnya, inovasi menjadi contoh pembangunan dan peremajaan. Apalagi inovasi tersebut dilakukan di Medan. "Saya berharap dengan groundbreaking ini rusun ini menjadi lebih baik dan lebih layak di perkotaan," ujarnya. Gubernur Sumut, T Erry Nuradi dalam sambutannya mengatakan, saat ini di Sumut ada 192 ribu unit rumah tidak layak huni. Untuk itu hal ini perlu menjadi perhatian stakeholder, dalam hal ini perumnas, para asosiasi perumahan dan termasuk koperasi dalam mengejar target program sejuta rumah untuk rakyat. "Bapak Menteri dan Ibu Menteri kita juga mengalokasikan dana untuk merehab rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni sebanyak 1000 rumah setiap tahunnya. Ini juga kita lakukan untuk mendukung program sejuta rumah tersebut," kata Gubsu. Sementara Dirut Perumnas, Bambang Triwibowo menyampaikan, peremajaan rusun tersebut akan dilakukan terhadap 14 tower berlantai 4 yang akan nantinya akan dibangun menjadi 4 tower dengan 20 lantai atau mencapai 2.064 unit. Tahap pertama akan dibangun 2 tower dengan total unit sebanyak 1.344. Peremajaan ini juga dilakukan di atas lahan seluas 17,717 meter persegi dengan tipe hunian studio 18 meter persegi hingga 3 kamar tidur. Pada tahap pertama, sebanyak 5 tower lama akan kami remajakan dengan total unit hunian sebanyak 374 unit. "Pendaan kita dari internal. Banyak sumbernya. Termasuk dari bank. Dan sentra land itu memang namanya bukan bekerja sama dengan sentra land," ucapnya.(BS03)