Presiden Jokowi Minta Belanja Pertanian Untuk Kembangkan Hortikultura

Herman - Rabu, 05 April 2017 15:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042017/9411_Presiden-Jokowi-Minta-Belanja-Pertanian-Untuk-Kembangkan-Hortikultura.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna mengenai Pagu Indikatif RAPBN 2018, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (04/04/2017), Presiden Jokowi meminta agar belanja pertanian lebih diarahkan untuk mengembangkan tanaman hortikultura.

 

“Bukan padi, padinya saya kira sudah mulai rampung, harus mulai dibelokkan ke tempat yang lain. Padinya kelihatannya tahun ini sudah selesai lah, karena kelihatan peningkatan produksinya, dan itu terlihat stok di Bulog,” terang Presiden seraya menambahkan, sampai Senin (03/04/2017) malam, stok di Bulog sudah sampai ke dua juta, yang biasanya bulan-bulan Januari, Februari, Maret itu biasanya stok kita paling rendah. Tapi, saat ini menjelang panen raya, justru stoknya malah sangat banyak.

 

Presiden kembali menegaskan, agar anggaran pertanian diarahkan mengembangkan tanaman hortikultura. Kemudian yang kedua untuk belanja irigasi. Ia menyebutkan, pembangunan infrastruktur irigasi harus sesuai dengan pengadaan sawah yang ada. Jangan sampai irigasinya ada, sawahnya enggak ada.

 

“Ini bukan saya ngomong seperti ini bukan enggak ada data, ya banyak seperti itu. Irigasinya ada, tapi sawahnya enggak ada. Bendungannya ada sudah bertahun-tahun, tapi jaringan irigasi nya enggak ada. Yang aneh-aneh seperti ini banyak di lapangan,” ungkap Presiden, seperti dilansir setkab.go.id.

 

Sidang Kabinet Paripurna itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menlu Retno Marsudi, Menhan Rymizard Ryacudu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

 

Selain itu hadir juga Menteri BUMN Rini Soemarno, Mendag Enggartiasto Lukita, Menperin Airlangga Hartarto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menkominfo Rudiantara, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menaker Hanif Dhakiri, Menteri PANRB Asman Abnur, Menhub Budi K. Sumadi, Jaksa Agung Prasetyo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Kelola Keuangan Daerah, Pemko Medan Pastikan Setiap Rupiah Digunakan untuk Kepentingan Rakyat

Ekonomi

Pj Gubernur Sumut Minta Perangkat Daerah Kooperatif dan Proaktif

Ekonomi

DPR Soroti Pelemahan Rupiah, Sudah Lampaui Asumsi APBN 2025

Ekonomi

16 Pos Anggaran yang Dihemat Prabowo: Alat Tulis Hingga Perdinas

Ekonomi

Presiden Prabowo Tekankan Penyusunan Anggaran Harus Berorientasi pada Efisiensi dan Penghematan

Ekonomi

Mendes Alokasikan Rp 16 Triliun dari Dana Desa untuk Swasembada Pangan