Anggota DPR RI: Perbaiki Kenaikan NPL di Bank BUMN

Herman - Jumat, 31 Maret 2017 15:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032017/914_Anggota-DPR-RI--Perbaiki-Kenaikan-NPL-di-Bank-BUMN.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly meminta bank BUMN di Indonesia untuk memperbaiki naiknya Non-Performing Loan (NPL) atau kredit macet yang dialami nasabah di Indonesia dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 

“Bank BUMN agar terus memperhatikan NPL, kita lihat saja NPL dari beberapa perbankan BUMN ada yang mencapai 3%, ini perlu perbaikan. Bank BUMN ini seharusnya lebih fokus dan responsif terhadap masalah NPL,” jelas Junaidi, di Jakarta, Jumat (31/03/2017).

 

Diketahui, berdasarkan laporan keuangan Bank BUMN, seperti pada Bank Negara Indonesia (BNI) tercatat NPL tahun 2015 sekitar 2,7% dan menjadi sekitar 3% di tahun 2016. Selanjutnya Bank Mandiri mengalami peningkatan NPL dari sekitar 2,29% menjadi sekitar 3.96% pada tahun 2016.

 

Lebih lanjut, Junaidi mempertanyakan kemampuan bank dalam menganalisis character (karakter), capacity (kemampuan mengembalikan utang), collateral (jaminan), capital (modal), dan condition (situasi dan kondisi). Prinsip tersebut, tegas Junaidi, seharusnya menjadi bahan pertimbangan yang lazim digunakan untuk mengevaluasi calon nasabah.

 

Di sisi lain, Junaidi memahami bahwa melemahnya kondisi ekonomi yang diikuti oleh penurunan harga komoditas menjadi sebab kenaikan NPL.

 

“Tapi di sini bank harus peka juga terhadap kemampuan calon nasabah. Kalau dirasa nasabah belum mampu, Bank diharapkan membantu atau setidaknya dapat membimbing mereka terlebih dahulu agar mampu,” tegas wakil rakyat PKS dari Daerah Pemilihan Lampung II ini.

 

Tak hanya pada bank konvensional, permasalahan kredit macet ini terjadi juga pada beberapa perbankan syariah. Bank Mandiri Syariah, misalnya, Non Performing Financing (NPF) masih di atas 3% yaitu sekitar 4.92% di tahun 2016, bahkan NPF BNI Syariah mendekati 3% yaitu sekitar 2.94 (2016) dari tahun sebelumnya 1.86% (2015).

 

“Oleh karena itu, saya minta permasalahan ini harus dicermati betul-betul, OJK juga agar terus mengawasi masalah ini. Jangan sampai mengalami tren kenaikan NPL/NPF dari tahun-tahun ke tahun,” papar Magister Manajemen dari IPB Bogor ini.

 

Sebagaimana diketahui, dalam melakukan aktivitas bisnisnya, Bank BUMN adalah ujung tombak bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga, hal tersebut harus tercermin dari jumlah kredit yang diberikan kepada sektor riil sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

 

“Meskipun demikian, dalam mencapai target penyaluran kredit tersebut Bank BUMN harus tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian agar NPL/NPF dapat tetap terjaga dari waktu ke waktu,” jelas Junaidi.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Sumut Raih Penghargaan Keterhunian 100 Persen dari BP Tapera

Ekonomi

Hingga September 2025, Aset Bank Sumut Tumbuh 7,58 Persen dan Laba Rp 539 Miliar

Ekonomi

Menteri UMKM Pastikan Danantara Tak Pengaruhi Penyaluran KUR Bank BUMN

Ekonomi

Maroef Sjamsoeddin Jadi Dirut MIND ID Gantikan Hendi Prio Santoso

Ekonomi

Prabowo Sebut Bank Emas Akan Buka 1,8 Juta Lapangan Kerja Baru

Ekonomi

Bahlil Lantik 3 Pejabat SKK Migas, Minta Lifting Digenjot