Bagikan KIP, KIS, dan PKH, Presiden Jokowi: Kalau Buat Beli Rokok Dicabut

Herman - Sabtu, 18 Maret 2017 12:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032017/6443_Bagikan-KIP--KIS--dan-PKH--Presiden-Jokowi--Kalau-Buat-Beli-Rokok-Dicabut.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Usai meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan Program Keluarga Harapan, di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (17/03/2017).

 

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengingatkan, uang di KIP harus dipakai untuk keperluan sekolah, beli buku, beli sepatu, beli tas dan seragam sekolah.

 

“Tidak boleh uang itu untuk beli pulsa. Kalau ketahuan, kartunya langsung dicabut,” tegas Presiden Jokowi, seraya menambahkan, bahwa KIP hanya dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan urusan sekolah.

 

Sementara terkait Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 475 orang; ibu-ibu hamil, anak balita, dan anak sekolah, Presiden menyampaikan, bahwa yang dibagikannya untuk tambahan gizi anak-anak.

 

“Komposisi gizinya tinggi sekali. Oleh sebab itu, ada aturan; sehari hanya boleh dimakan enam keping. Gizinya biar meningkat, anak-anak jadi pintar,” terang  Presiden, seperti dilansir setkab.go.id.

 

Untuk ibu-ibu yang ada balitanya 6 bulan sampai umur setahun, menurut Presiden dapat  8 keping perhari. Yang umur 1 sampai 5 tahun, 12 keping.

 

Namun Untuk ibu hamil, anak -anak dalam kandungan yan memerlukan gizi, Presiden Jokowi mengatakan, tidak hanya biskuit ini, tapi diberikan protein; tahu, tempe, daging, telur penting untuk anak-anak. “Ini untuk tambahannya,” ujarnya.

 

Untuk ibu hamil 1 sampai 3 bulan, lanjut Presiden, makan biskuit hanya 2 keping perhari. Ibu hamil 4 sampai 9 bulan, makan biskuit 3 keping per hari.

 

“Itu harus ditimbang di Posyandu, Puskesmas. Kalau sudah normal, baik, ini juga tidak boleh diteruskan karena komposisi gizinya tinggi,” pesan Presiden.

 

Untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Presiden Jokowi mengatakan,  uangnya harus dipakai untuk keluarga; untuk tambahan gizi, untuk anak sekolah.

 

“Jangan untuk beli rokok. Kalau ketahuan, dicabut. Ambilnya per tiga bulan, di Bank BRI,” tutur Presiden.

 

Presiden berharap, uang tadi betul-betul dimanfaatkan dengan baik untuk anak-anak agar Indonesia nanti memiliki SDM yang pandai sehingga bisa bersaing dengan negara-negara lain.

 

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko PMK Puan Maharani, Seskab Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

KIS Group Gandeng Shell Pasok BioLNG ke Singapura Mulai 2027, Indonesia Jadi Basis Produksi

Ekonomi

Daftar Pemain RI Kejuaraan Bulutangkis Asia 2025, 4 Wakil Jadi Unggulan

Ekonomi

Pemko Pematangsiantar Dukung Ground Check KPM oleh SDM PKH

Ekonomi

Hasil Undian Piala Sudirman 2025: Indonesia Segrup Denmark!

Ekonomi

Ambisi Rehan/Gloria Kejar Kemenangan di Orleans Masters 2025

Ekonomi

PBSI Turunkan 19 Wakil di Kejuaraan Asia 2025