Tahap Akhir Tax Amnesty

Presiden Jokowi: Terima Kasih Kepada Pasukan Yang Pergi Pagi Pulang Pagi

Herman - Rabu, 01 Maret 2017 13:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032017/7_Presiden-Jokowi--Terima-Kasih-Kepada-Pasukan-Yang-Pergi-Pagi-Pulang-Pagi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Tidak terasa program pengampunan pajak atau tax amnesty sudah berjalan selama 8 (delapan) bulan, dari Maret 2016, yang berarti memasuki tahap akhir. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku, selama ini dirinya mengetahui yang bertugas di lapangan, terutama di Direktorat Jenderal Pajak dan seluruh jajarannya betul-betul sudah menjadi pasukan yang pergi pagi pulangnya pagi.

 

“Iya bener. Sabtu dan Minggu juga buka seperti apotik 24 jam. Buka, kita perintah untuk buka ya buka,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Tahap Akhir Amnesti Pajak di Hall B3 dan C3 Jakarta Internasional Expo (JI-EXPO) Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/02/2017).

 

Oleh sebab itu,  pada kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan  sapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Dirjen Pajak beserta seluruh jajarannya. Ucapan terima kasih juga disampaikan Presiden Jokowi ,atas kerja sama yang baik kementerian lembaga, aparat hukum , pemerintah daerah, dan juga asosiasi pengusaha yang sudah memberikan back up kepada pemerintah, degan mengerahkan seluruh pengusaha sebagaimana acara yang dihadirinya di JI-EXPO itu.

 

“Oleh sebab itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Letua Apindo beserta seluruh jajaran pengurus yang didukung juga oleh asosiasi yang lain, Kadin, Hipmi, perbankan, industri keuangan, konsultan pajak. Dan masih banyak lagi yang memberikan dukungan penuh pada program amnesti pajak ini,” sambung Presiden Jokowi seraya menyebutkan hasil program tax amnesty per 27 Februari, yaitu ada penerimaan amnesti pajak sebesar Rp 112 triliun.

 

Menurut Presiden, tidak ada negara yang lain seperti ini, tidak ada. Tidak ada presiden dibawa-bawa kemana-mana untuk tax amnesty. “Cari di dunia, di negara lain, di Jakarta saya berapa kali ngomong mengenai amnesti pajak, di semarang, di surabaya, di bandung, di Makassar, di Balikpapan, di Medan, di Bali saya datangi semuanya. Untuk apa? Agar program ini betul-betul memberikan manfaat negara. Dalam jangka tidak sekarang tapi juga yang akan datang,” ujarnya.

 

Presiden Jokowi menilai, total harta yang diungkap dalam tax amnesty ini seluruhnya mencapai Rp4.413 triliun, yang menurutnya merupakan angka yang besar sekali. Sementara yang menyampaikan Surat Pernyataan Harta (SPH) mencapai  707 ribu, dan datanya bergerak terus.

 

Oleh sebab itu, Presiden berharap kerja sama yang sudah terjalin ini dijaga terus. Karena sama dengan perusahaan, sama denga korporasi, sama dengan lembaga apapun, institusi apapun, yang namanya negara itu kalau sudah tidak dipercaya berbuat apapun sulit. Sebaliknya, kalau sudah ada trust, arus modal pasti akan masuk, investasi pasti akan amsuk, orang tidak takut untuk menjalankan usaha.

 

“Itulah yang sekarang ini kita sedang dalam proses membangun itu. Membangun trust, itu sesuatu yang tidak kelihatan tapi sangat berharga sekali,” kata Presiden, seperti dilansir setkab.go.id.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pemerintah Pertimbangkan Kemungkinan Laksanakan Kebijakan Tax Amnesty Jilid II

Ekonomi

Masyarakat Bukan Peserta Program Amnesti Diimbau Segera Betulkan SPT

Ekonomi

Tebusan Rp130 Triliun, Deklarasi Rp4.813,4 Triliun, dan Repatriasi Rp146 Triliun

Ekonomi

Bupati Deli Serdang Sampaikan SPT Tahunan 2016 dengan Kemenkeu Perpajakan

Ekonomi

Presiden Jokowi: Jadikan Momentum Bangun Database Perpajakan

Ekonomi

Menteri Keuangan: Kecil Kemungkinan Wajib Pajak Menghindar