Presiden Jokowi Minta Pembangunan KEK Bitung Dipercepat

Herman - Kamis, 16 Februari 2017 15:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022017/1623_Presiden-Jokowi-Minta-Pembangunan-KEK-Bitung-Dipercepat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, bahwa potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Provinsi Sulawesi Utara sangat besar, dan merupakan salah satu faktor pendukung untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. 

 

Untuk itu, Presiden meminta pembangunan pelabuhan Bitung yang saat ini dikembangkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) bisa dipercepat, sehingga Bitung bisa segera menjadi pelabuhan hub, sekaligus pintu masuk ke wilayah utara Indonesia.

 

“Saya yakin dengan pengembangan kawasan ekonomi khusus Bitung akan mampu mendukung upaya menggerakkan roda ekonomi di Sulawesi Utara,” kata Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada Rapat Terbatas Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Sulawesi Utara,  di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (14/02/2017) sore.

 

Presiden meyakini, pengembangan KEK Bitung akan dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam upaya mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, serta memperkecil ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara.

 

Dalam kesempatan itu, Presiden juga meminta dilakukannya percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah Sulawesi Utara. Ia menyebutkan, hal ini penting untuk meningkatkan akses dan konektivitas dalam menunjang pertumbuhan sektor pariwisata.

 

“Pembangunan infrastruktur transportasi tersebut diharapkan dapat memperlancar pintu masuk bagi wisatawan mancanegara khususnya dari negara-negara di kawasan utara Indonesia seperti Filipina, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok,” tutur Presiden Jokowi, seperti dilansir setkab.go.id.

 

Terkait hal itu, Presiden juga meminta berbagai hambatan dan sumbatan-sumbatan dengan pelaksanaan program prioritas bisa segera diurai, diselesaikan, dan dicarikan solusi.

 

Rapat terbatas Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Sulawesi Utara itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menhub Budi K. Sumadi, Menkses Nila F. Moloek, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Komunitas Peduli Seniman Sumut Kutuk Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Jurnalis Tempo

Ekonomi

Presiden Tetapkan 77 Proyek Strategis Nasional, Salah Satunya KEK Sei Mangkei

Ekonomi

KKJ Sumut Kecam Tindak Intimidasi yang Dilakukan Terduga Preman Terhadap Jurnalis di PN Medan

Ekonomi

Indeks Keselamatan Jurnalis 2024 Meningkat, Tetapi Masa Depan Kebebasan Pers Masih Diragukan

Ekonomi

Airlangga Temui Menteri UEA Bahas Giant Sea Wall-Investasi KEK Batam

Ekonomi

Presiden Prabowo: Kekuatan Pertahanan Penting dalam Menjaga NKRI