Beritasumut.com-Jalan alternatif sepanjang kurang lebih tiga kilometer yang menghubungkan Kota Binjai menuju Kabupeten Langkat mengalami kerusakan. Tepatnya di Jalan Labu Kelurahan Payarobah, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut). Jalan yang menghubungkan Kota Binjai ke Kabupaten Langkat ini mengalami kerusakan yang sangat parah akibat banyaknya dump truk yang melintas. Jalan sepanjang tiga kilometer ini sudah rusak sejak 6 (enam) bulan silam karena truk yang biasanya melintas di Jalan Umar Baki kini dialihkan ke Jalan Labu karena jembatan di Jalan Umar Baki mengalami kerusakan. “Ini karna jembatan yang di Jalan Umar Baki kemarin rusak, jadi mobil dump truk yang biasanya lewat di alihkan kemari, banyak kali setiap hari yang lewat makanya jadi hancur kali kayak gini jalanan ini,” keluh Suheri salah seorang warga Jalan Labu, Kamis (09/02/2017). Meski truk bermuatan kini tidak lagi melintas sejak 4 bulan silam karena jembatan yang rusak ki ni telah diperbaiki namun jalan labu tidak kunjung diperbaiki. “Tapi sampai sekarang ini, padahal jembatan itu sudah bisa dilalui truk, tapi nggak juga diperbaiki jalanan ini,” ungkap Suheri kembali. Jalan yang rusak juga mengganggu aktifitas warga karena biasanya warga yang mayoritas petani kesulitan membawa hasil panennya. Suheri juga berharap kepada pemerintah untuk segera meperbaikinya agar aktifitas warga kembali normal. “Disinikan mayoritas penduduknya petani, miris kalilah ngeliatnya, setiap pagi mereka membawa hasil panen naik becak, asal lewat sayur itu pasti kena cipratan becek dari jalan rusak, kadang sampai berjatuhan juga. Ya kita berharap lah agar pemerintah dapat segera memperbaiki jalanan yang rusak ini,” belas Suheri. Tidak jauh dari situ, Rahmat salah seorang warga Jalan Labu yang memiliki usaha membuka tempat pencucian sepeda motor juga merasa sangat sedih dengan rusaknya jalan ini, karena hal ini mematikan membuat bisnisnya tersebut nyaris mati. “Dulu sebelum jalan ini rusak, doorsmer saya ini buka setiap hari, tapi semenjak jalanan jadi kayak gini, kami buka hanya seminggu dua kali, itu pun kalau cuaca cerah, kalau musim hujan, yang mau nyuci kreta (sepeda motor) pun tidak ada,” ungkap Rahmat.(BS08).