Beritasumut.com-Dalam rangka peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kegiatan pameran dagang dalam dan luar negeri yang bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provsu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sumut mendorong para pelaku UMKM ke pasar internasional. "Sepanjang 2017 ini akan ada pameran baik sekelas nasional maupun internasional. Maka itu, kita akan mendorong pelaku UMKM memperluas pasarnya dengan mengikutsertakan mereka sebelumnya telah mengikuti seleksi terlebih dahulu," ujar Kepala Dinas Perindag Provsu Ir H Alwin MSi kepada wartawan, Selasa (31/01/2017). Alwin menyebutkan beberapa pameran yang telah dijadwalkan sepanjang 2017 diantaranya pameran dalam negeri seperti pameran trade expo Indonesia di Jakarta, pameran produk ekspor di Yogyakarta. Sementara kegiatan pameran mancanegara seperti pameran internasional di Dubai-Uni Emirat Arab, serta pameran dagang internasional di Ottawa-Kanada. Ada juga beberapa pameran internasional yang dikoordinir oleg Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional-Kementerian Perdagangan Dalam Negeri. Sebelumnya, kata Alwin, bersama Kabid Perdagangan Dalam Negeri dan Kabid Perdagangan Luar Negeri, Kabid IKAHH, pihaknya telah melakukan proses seleksi yang dilaksanakan pada 27 Januari 2017. Seleksi dilakukan, lanjut Alwin, untuk menyikapi pelemahan aktivitas perdagangan yang diakibatkan oleh krisis perekonomian glibal yang masih belum pulih. Seleksi dilakukan dengan melihat kelengkapan data legalitas usaha seperti SIUP, IDP, NPWP, serta melihat langsung proses produksi dan kemampuannya dalam memenuhi permintaan. Adapun beberapa pelaku UMKM yang telah diseleksi dan dikunjungi yakni pengrajin batik dengan motif khas etnis Sumut. Pengrajin ini berada di Kota Medan. Alwin menyebutkan motiv khas etnis Sumut ini diharapkan bisa mengenalkan Sumut hingga manca negara. "Kita juga ke perusahaan PT Sari Makmur Tunggal Mandiri. Ini adalah perusahaan yang memproduksi biji kopi untuk diekspor. Seperti yang diketahui bahwa kopi Sumut ini dimintai oleh negara Amerika Serikat, Eropa, hingga sudah masuk ke pasar Jepang," katanya. Menurut Alwin, produksi biji kopi di Sumut baru mencapai 500 sampai 600 kg per hektare. Jumlah ini masih di bawah Vietnam yang sudah mencapai 800 kg per hektare."Seleksi dilakukan secara terbuka. Upaya ini diharapkan membantu pelaku UMKM untuk melakukan promosi produknya baik di dalam dan di luar negeri," pungkasnya. (BS03)