Beritasumut.com-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2017 di Santika Dyandra Hotel Medan, Selasa (24/01/2017). Acara yang dibuka resmi oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi itu, menghadirkan Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Lukdir Gultom, Kepala BPKP Sumut Mulyana, Pimpinan BI Medan Arif Budi Santoso, Pimpinan Lembaga Jasa Keuangan di Wilayah Sumut dan pimpinanan Bank di Sumut. Dalam pertemuan tersebut, Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Lukdir Gultom menjelaskan kinerja sektor jasa keuangan domestik Sumatera Utara pada tahun 2016. Diantaranya pertumbuhan kredit sebesar 3,05 persen dibawah angka nasional 8,54 persen dan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 8,19 persen, juga di bawah angka nasional sebesar 8,40 persen. "Pada tahun 2016 angka loan to deposit ratio (LDR) perbankan menyentuh 93,22 persen. Kredit dan pembiayaan di Sumut jika dibandingkan dengan angka nasional pada tahun 2016 yaitu sektor infrastruktur 6,79 persen (nasional 8,51 persen), sektor pangan & energi mencapai 23,82 persen (nasional 23,35 persen), kemaritiman 3,88 persen, (nasional 9,23 persen)dan sektor kesehatan 10,97 persen (nasional 12,18 persen)," papar Lukdir Gultom. "Inisiatif strategi OJK tahun 2017 dibagi atas dua fokus yaitu upaya meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam pembangunan ekonomi nasional dan upaya untuk terus menjaga stabilitas sistem keuangan," sambung Lukdir. Kepala OJK Regional 5 Sumbagut juga memuji program kredit suku bunga rendah yang diluncurkan PT Bank Sumut pada tahun 2016. Dia menghimbau bank lainnya dapat mengikuti langkah Bank Sumut sehingga dapat mendorong pertumbuhan kredit perbankan di Sumut. (BS03)