Presiden Jokowi: Sejak Awal Pemerintah Jalankan Kebijakan Ekonomi Pancasila

Herman - Senin, 16 Januari 2017 09:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012017/5017_Presiden-Jokowi--Sejak-Awal-Pemerintah-Jalankan-Kebijakan-Ekonomi-Pancasila.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, bahwa sejak awal pemerintah terus menjalankan kebijakan-kebijakan ekonomi yang berjiwa Pancasila, yaitu kebijakan ekonomi yang bernafaskan gotong royong dan bertujuan menghantarkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.“Ini akan terus menerus kita lakukan, seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada Peringatan HUT ke-18 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP Indonesia), di Garden Ballroom Hotel The Darmawangsa, Jakarta, Minggu (15/01/2017).BBM satu harga itu, sebut Presiden, baru terlaksana 3 bulan yang lalu, setelah satu setengah tahun lalu diperjuangkan pemerintah.“Harga BBM premium di Papua, terutama yang di pegunungan, bisa Rp60.000, Rp70.000, sampai Rp100.000 per liter, padahal yang di Jawa hanya Rp6.450. Sudah berpuluh tahun itu terjadi, dan alhamdulillah kemarin bisa kita samakan satu harga menjadi Rp6.450,” ungkap Presiden Jokowi.Menurut Presiden, yang belum dan masih dalam proses dilakukan pemerintah adalah penyesuaian harga semen. Disebutkan Presiden harga semen di Pulau Jawa sekitar Rp70.000-80.000, sementara di Puncak, Lanny Jaya, dan Wamena Papua mencapai Rp800.000-2,5 juta.“Ini yang belum bisa kita selesaikan. Tapi, insya Allah ini juga akan terus kita perjuangkan,” tutur Presiden Jokowi, seperti dilansir setkab.go.id.Presiden menjelaskan, dari segi kebijakan anggaran dalam APBN Perubahan 2016, untuk pertama kalinya, jumlah anggaran transfer ke daerah dan Dana Desa lebih besar dari anggaran pusat.“Kenapa ini kita lakukan, karena kita ingin mendorong peredaran uang, perekonomian daerah itu bisa bergerak lebih baik lagi,” tegas Presiden.Dari segi menjaga kedaulatan dan harga diri bangsa, lanjut Presiden, telah terlihat hasil dan usaha bangsa Indonesia untuk membuat beranda terdepan Indonesia menjadi lebih layak dan membanggakan. Presiden mencontohkan perbaikan yang telah dilakukan pada Pos Lintas Batas Negara di Entikong, Kalimantan Barat serta di Motaain dan Motamasin, Nusa Tenggara Timur.“Kalau dulu orang-orang kita senangnya foto-foto di sana (negara tetangga), sekarang kebalik, orang sana senangnya foto-foto di tempat kita,” kata Presiden Jokowi.Sementara dari segi konektivitas, menurut Presiden, pemerintah ingin mempercepat pembangunan infrastruktur logistik yang Indonesiasentris bukan Jawasentris.“Dengan begitu lalu lintas orang, lalu lintas barang menjadi semakin cepat dan efisien, sehingga diharapkan harga barang akan turun, mobilitas sosial terjadi, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa terwujud,” tegas Presiden.Acara Peringatan HUT ke-18 PKP Indonesia itu dihadiri oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, Mendag Enggartiasto Lukita, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

NasDem Apresiasi Laporan Keuangan Jokowi-JK Tahun Anggaran 2016

Ekonomi

Abdullah Alkadrie Apresiasi Program Infrastruktur Jokowi-JK

Ekonomi

Presiden Jokowi: Saya Dulu 9 Tahun Ngontrak

Ekonomi

NasDem: Mengkritik Pemerintah Jangan Gunakan Data Hiperbolik

Ekonomi

Ketua Umum HIPMI Kritisi Pemerintahan Jokowi

Ekonomi

Pemerintah Bekerja Baik, Berita Hoax Hilang