Beritasumut.com-Terkait rencana kenaikan tarif air oleh Direksi PDAM Tirtanadi mendapat penolakan dari Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumatera Utara (Sumut). Ketua PWPM Sumut, Basir Hasibuan menyesalkan tindakan yang dibuat PDAM Tirtanadi tersebut. Dia juga memandang aneh rencana kenaikan tarif air, di mana rakyat sedang kesusahan akibat berbagai ragam kenaikan kebutuhan pokok. "Tarif air yang naik sebesar 30 persen sangat membenani masyarakat yang sudah miskin akan makin miskin. Direksi PDAM Tirtanadi dianggap tidak punya rasa kemanusiaan, sebagaimana dalam ajaran agama amanah yang diberikan tidak boleh mendzalimi orang lain apalagi masyarakat miskin," ujar Basir. Dia menilai, pemikiran petinggi Tirtanadi tersebut sudah 'nyeleneh'. "Dimana kualitas air yang keruh dan sering mati, eh tarif air malah dinaikkan sebesar 30 persen. Faktanya, masyarakat belum pernah terpuaskan dengan pelayanan Tirtanadi yang buruk dan tidak profesional," sambungnya. Untuk itu Pemuda Muhammadiyah Sumut, lanjut Basir, mendesak agar DPRD Sumut memanggil Direksi PDAM Tirtanadi untuk menjelaskan rencana kenaikan tarif air tahun 2017. Selain itu, DPRD Sumut harus ikut menolak dan mendesak Gubernur untuk tidak menyetujui rencana kenaikan tarif air. DPRD Sumut, sambungnya, jangan ikut-ikutan bersekongkol dan memuluskan rencana Tirtanadi menaikkan tarif air. Kepercayaan rakyat jangan dikhianati dengan membuat kebijakan yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. DPRD Sumut harus senantiasa mendengar aspirasi dan jeritan masyarakat, termasuk rencana kenaikan tarif air yang mendapat penolakan dari masyarakat. "Janganlah memberatkan beban masyarakat di saat pemerintah pusat juga menaikkan harga kebutuhan pokok," pungkasnya. (BS03)