Beritasumut.com--Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo beserta rombongan menggelar Roadshow ke Sumatera Utara, Jumat (16/12/2016). Roadshow yang digelar di Aula Martabe Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan ini, dalam rangka peningkatan efektifitas penggunaan Dana Desa terutama untuk mendorong percepatan kemandirian desa. Dalam roadshow tersebut, Menteri Eko menyampaikan, tahun ini Indonesia memiliki 74.754 desa dan diperkirakan akan bertambah menjadi 74.954 desa karena adanya sejumlah pemekaran, seperti halnya di Sumatera Barat. Meskipun masing-masing desa tersebut memiliki ciri dan keunikan masing-masing namun delapan puluh persen memiliki kesamaan yakni hidup dari sektor pertanian. "Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah membuat model gerakan One Village One Product. Tujuannya untuk membuat desa itu fokus sehingga desa-desa tersebut bisa memiliki skala ekonomi. Kalau skala ekonomi cukup, biaya sarana produksi bisa jadi lebih murah karena sarana produksi tidak melalui jalur distibusi yang panjang," paparnya. "Jadi buat Bapak-bapak Bupati dan Pemdes tolong dibuat desanya menjadi fokus komoditi tertentu. Kementerian Desa dibantu 19 kementerian lainnya, terutama kementerian dalam negeri dan pertanian komit membantu untuk desa yang mau fokus seperti bantuan bibit dan alat-alat pertanian lainnya," sambungnya. Menurut Menteri Desa, Kementerian Desa melalui dana desa akan mendorong dengan program pembuatan embung air desa dan juga mendorong pihak swasta untuk penyediaan sarana pasca panen di desa-desa yang skala ekonominya cukup. Selain itu, katanya, pemerintah juga memberikan insentif memberikan kemudahan mendapatkan kredit kepada bank BUMN plus insentif bunganya dan kemudahan lainnya. "Jadi kalau one village on Product udah jadi, embung sudah jadi, produksi akan naik, sarana pasca panennya akan menjadi besar maka kesejahteraan masyarakat desa juga akan meningkat. Makanya Bapak Presiden minta tambahan 20 triliun dana desa tahun ini harus dipakai untuk membuat embung desa kepada desa-desa yang memerlukan. Jadi setiap desa harus mengalokasikan dana desa antara 300 sampai 500 juta untuk membangun embung air desa," bebernya lagi. "Kita tidak perlu satu model baru karena banyak desa-desa kita yang sukses jadi lumbung padi, lumbung jagung, tebu, cabai. Tipikal dari desa yang sukses itu karena mereka fokus sehingga mempunyai skala produksi yang cukup. Daerah-daerah yang fokus itu ada pasca panen relatif masyarakat sejahtera," pungkasnya. (BS03)