Beritasumut.com-Sumatera Utara yang dikenal sebagai salah satu daerah perkebunan serta Kota Medan yang saat ini sedang giat melakukan konstruksi, sejumlah perusahaan alat berat pun ramai-ramai berinvestasi ke Sumut. Dealer Development Manager Hadityo Sugiarto mengakui banyak perusahaan alat berat yang masuk ke Sumut mengingat potensi daerahnya. Sebagai langkah awal, pihaknya pun menargetkan penjualan 50-60 unit untuk satu jenis produk."Investasi yang ditanam juga mulai dari Rp450 juta sampai Rp1 miliar lebih," ujar Hadityo, Kamis (17/11/2016). Sementara itu, Operation Manager JCB Vendry Liarto mengatakan kebutuhan alat berat dalam tiga bulan kedepan mulai naik. Ia menyebutkan harga Crude Palm Oil (CPO) mulai membaik, kegiatan pertambangan juga kian meningkat, ditambah lagi kegiatan konstruksi pun tinggi di Sumut."Dealer-nya aja di Sumut. Tapi pembeli kita sampai ke Aceh," katanya yang baru menjejakkan bisnis di Medan Maret 2016 lalu. Menanggapi kompetisi dengan perushaan sejenis lainnya, Vendry mengatakan, JCB mengupayakan mengedukasi konsumen melalui teknologi yang ditawarkan kepada konsumen. Ketua Apkasindo Sumut Gus mengatakan keberadaan alat berat memang sangat dibutuhkan, apalagi bagi para petani. Ia mengatakan, kalau hanya mengandalkan tenaga manusia saja pastilah target untuk mempercepat pekerjaan menjadi lambat."Alat berat memang sangat membantu, apalagi untuk perkebunan yang berskala besar," pungkasnya.(BS03)