Beritasumut.com-Indonesia bertekad menjadikan produk halal Tanah Air semakin kompetitif di pasar halal dunia. Dalam pameran World Halal Day 2016 di Opatija, Kroasia, beberapa hari lalu, produk halal diyakini telah menjadi gaya hidup baru konsumen dunia.Industri produk halal terus tumbuh dan sangat berpengaruh di pasar global. “Saat ini halal sudah menjadi konsep yang universal dan bagian dari gaya hidup. Kami sangat yakin bahwa Industri halal berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi global dan akan menjelma menjadi kekuatan baru yang mempengaruhi pasar global,” ungkap Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Budapest Hikmat Rijadi dilansir dari laman resmi kemendag.go.id. Hikmat menuturkan besarnya pasar halal dunia membuat pameran halal seperti ini diapresiasi banyak negara. “Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia sudah selayaknya menjadikan industri halal sebagai lokomotif pembangunan ekonomi,” ujar Hikmat. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Center for Halal Quality Certification, pasar belanja makanan halal diharapkan tumbuh mencapai USD 2,54 triliun di tahun 2019 dan merupakan 21,2% dari total belanja global. Saat ini, pasar halal dunia bernilai lebih dari USD 2 triliun per tahun yang mencakup segmen industri, makanan, obat-obatan, dan kosmetik. Indonesia mengirim tak kurang dari 20 jenis produk makanan dan minuman bersertifikasi halal dalam pameran ini. Keikutsertaan Indonesia dalam World Halal Day 2016 merupakan hasil kerja sama ITPC Budapest, KBRI Zagreb, dan Kementerian Pariwisata RI. Pameran ini mengikutsertakan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) yang mengisi Paviliun Indonesia. Produk-produk yang dipamerkan di Paviliun Indonesia antara lain kopi instan, teh, kerupuk, biskuit, gula, air kelapa, dan minyak goreng. Peserta dari Indonesia juga membagikan secara gratis minuman kopi dan air kelapa kepada para pengunjung pameran. Sedikitnya 10 perusahaan Kroasia menyampaikan inquiry antara lain untuk produk CPO, kopi, teh, air kelapa, tuna, beras organik, buah kering dan kakao, dengan potensi transaksi sekitar USD 500 ribu.(BS02)