Presiden Tegaskan Tak Impor Beras Hingga Akhir Tahun

Herman - Senin, 31 Oktober 2016 07:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/9668_Presiden-Tegaskan-Tak-Impor-Beras-Hingga-Akhir-Tahun.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah tidak akan mengimpor beras hingga akhir 2016. Saat ini, stok beras nasional kurang lebih 2 juta atau 1.980.000 ton. Sementara tahun lalu, sekitar bulan September-Oktober, stok nasional sekitar 1.030.000 ton.“Saya pastikan sampai akhir tahun tidak ada impor,” jawab Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ditanya target swasembada pangan khususnya beras, usai melakukan panen raya bersama di Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (29/10/2016).Lebih lanjut Presiden menjelaskan kedatangannya di lokasi persawahan di Boyolali bertujuan untuk melihat hasil dari padi varietas INPARI 32 yang diuji coba di 100 hektar lahan persawahan. Jika biasanya rata-rata panen menghasilkan 5-5,5 ton/hektar, dengan beras INPARI 32 ini dapat mencapai 10-11 ton/hektar.“Peningkatannya memang sangat drastis sekali. Yang pertama, tahun ini memang, air melimpah. Yang kedua, saya kira memang penggunaan-penggunaan benih-benih unggul ini memberikan hasil yang baik,” kata Presiden Jokowi, seperti dilansir setkab.go.id.Jika uji coba sudah berhasil, lanjut Presiden, maka penanamannya akan diperluas dan dilipatkan sehingga hasil produksi nasional bisa meningkat tajam.Menurut Presiden, pemerintah juga akan fokus untuk memperbesar stok nasional, baru kemudian berbicara ke arah ekspor.  Meskipun ekspor untuk kualitas yang baik juga sudah dimulai sejak tahun lalu.Selain meninjau panen raya padi varietas INPARI 32 HDB dengan menggunakan alat Combine Harvester, Presiden Jokowi juga meninjau Minapadi Jajar Legowo Super.Hadir mendampingi dalam kunjungan kerja Presiden ke Boyolali itu antara lain Menteri Pertanian Amran Nasution, Menteri Desa PDTT Eko Sanjoyo, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng, dan Bupati Boyolali.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tak Ada Impor Hingga Pertengahan Tahun, Presiden Pastikan Beras Petani Diserap Bulog

Ekonomi

Andi Akmal: Pemerintah Perlu Terbuka Terkait Impor Beras

Ekonomi

Pemerintah Perlu Terbuka Terkait Impor Beras yang Sunyi

Ekonomi

Anggota DPR Asal Sumbar Ini Tolak Impor Beras

Ekonomi

Waspadai Inflasi akibat Gejolak Harga Pangan

Ekonomi

DPR Dukung Impor Beras dengan Catatan