Laba Bersih Setelah Pajak Bank Danamon Tumbuh 33 Persen

- Rabu, 26 Oktober 2016 02:25 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/607_Laba-Bersih-Setelah-Pajak-Bank-Danamon-Tumbuh-33-Persen-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Acara paparan Kinerja Kuartal III Tahun 2016 Bank Danamon.
Beritasumut.com-PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), Selasa (25/10/2016) mengumumkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 2,5 triliun untuk sembilan bulan pertama tahun 2016. Hal ini merupakan pertumbuhan 33% dibandingkan Rp 1,8 triliun pada periode yang sama tahun 2015.

 

“Danamon berhasil dalam meningkatkan produktivitas dalam iklim perekonomian lemah yang membatasi permintaan kredit. Ketangguhan Bank adalah hasil dari pondasi bisnis yang kuat dan inisiatif-inisiatif transformasi yang diterapkan tahun lalu. Kami juga mengelola biaya operasional dan biaya kredit (cost of credit) lebih baik ketimbang tahun lalu,” kata Chief Financial Officer dan Direktur Danamon, Vera Eve Lim dalam siaran persnya.

                                                                 

Vera menambahkan bahwa Danamon membukukan pertumbuhan pendapatan nonbunga atau fee-based income sebesar 9% sebagai kontributor laba bersih dalam sembilan bulan pertama tahun 2016.“Pertumbuhan pada fee-based income merupakan hasil dari meningkatnya upaya Danamon dalam menghadirkan nilai tambah pada produk dan layanannya," ungkapnya.

 

Kenaikan Laba cerminkan peningkatan efisiensi.Laba Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) tumbuh 13% menjadi Rp 6,8 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2016 dibandingkan setahun sebelumnya. Rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio) di sembilan bulan pertama tahun 2016 tercatat sebesar 49,1% dibandingkan 53,7% di periode yang sama tahun 2015. Hal ini didorong oleh peningkatan efisiensi yang berkelanjutan. Biaya operasional turun 6% dibandingkan satu tahun sebelumnya menjadi Rp 6,5 triliun.

 

Pertumbuhan pada segmen UKM pada saat lemahnya tingkat permintaan kredit.Kredit pada segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tumbuh 6% menjadi Rp 23,8 triliun dari Rp 22,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, portofolio kredit Wholesale Banking, yang terdiri dari kredit segmen komersial dan korporat serta marketable securities terkait trade finance, berada pada tingkat yang sama dibandingkan tahun lalu.

 

Likuiditas yang cukup.Pada akhir September 2016, giro dan tabungan atau CASA turun 13% menjadi Rp 45,6 triliun dari Rp 52,6 triliun di tahun sebelumnya mengikuti inisiatif pelepasan sejumlah akun CASA berbiaya tinggi. Kualitas giro dan tabungan membaik sejalan dengan strategi Danamon untuk fokus pada dana pihak ketiga yang lebih granular. Sedangkan deposito turun 8% menjadi Rp 58,2 triliun.

 

Fee-based income Danamon bertumbuh sebesar 9% pada sembilan bulan pertama tahun 2016 dibandingkan setahun sebelumnya menjadi Rp 3,1 triliun. Pertumbuhan fee income ini didukung oleh kontribusi fee income Adira Insurance yang tumbuh 2% menjadi Rp 656 miliar, cash management yang tumbuh 14% menjadi Rp 244 miliar, serta bancassurance yang tumbuh 19% menjadi Rp 203 miliar. 

 

Kualitas aset diperkirakan akan membaik. “Rasio kredit bermasalah (Gross non-performing loans) Danamon tercatat pada 3,5%, kenaikan 50 bps dari tahun lalu namun masih di bawah batas yang ditentukan regulator. Penurunan kredit secara keseluruhan sebagai pembagi (denominator) berkontribusi pada naiknya rasio kredit bermasalah,” sambung Vera. 

 

Vera menambahkan, Danamon senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin. 

 

Bank memperkirakan kualitas aset akan membaik tahun depan. Biaya kredit (Cost of credit) telah turun 4% dari Rp 3,5 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2015 menjadi Rp 3,4 triliun pada periode yang sama tahun ini.

 

Dalam perkembangan terakhirnya, kata Vera, penghargaan terbaru yang diterima oleh Danamon termasuk ‘Indonesia's 1st Best Local Cash Management Bank in the Small Size of Annual Sales Turnover’ dari Asiamoney pada ajang Asiamoney Summer Awards Dinner 2016. Untuk layanan digitalnya, Danamon dinobatkan sebagai Top 3 Digital Innovation untuk kategori Bank BUKU III oleh Warta Ekonomi dalam ajang Indonesia Digital Innovation for Banking Award 2016. 

 

"Selain itu, Danamon baru-baru ini menerima Social Business Innovation Award 2016 dalam kategori Bank Swasta dari Warta Ekonomi. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas program revitalisasi pasar yang dijalankan oleh Yayasan Danamon Peduli," pungkas Vera. (Rel)

 

 


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Kadin Sumut dan Pemprov Sumut Perkuat Kolaborasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi

Kerja Sama Strategis Kadin Medan dan Binus University: Dorong Kemajuan Ekonomi, Layanan Kesehatan, dan Pengabdian Masyarakat

Ekonomi

Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar

Ekonomi

Hingga September 2025, Aset Bank Sumut Tumbuh 7,58 Persen dan Laba Rp 539 Miliar

Ekonomi

Youthpreneur Academy 2025: The Founder’s Path for Practical Entrepreneurial Success, FEB USU Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Sukses

Ekonomi

Presiden Prabowo Bahas Respons Ekonomi Global dan Kebijakan Tarif bersama Jajaran Kabinet