Efisiensi Analisis Data Dapat Ciptakan Bisnis APAC Segera Terwujud

- Selasa, 18 Oktober 2016 03:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/3697_Efisiensi-Analisis-Data-Dapat-Ciptakan-Bisnis-APAC.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
ACCA.
Beritasumut.com-Laporan berjudul 'Data Analytics to Bridge Knowledge Gaps: An ACCA  White Paper on Supply and Demand for Big Data Analytics in Asia Pacific' (Analisis Data untuk Menjembatani Kesenjangan Pengetahuan: Laporan Resmi ACCA tentang Persediaan dan Permintaan Analisis Data Besar di Asia Pasifik) yang dipublikasikan oleh Asia Cloud Computing Association (ACCA) mengungkapkan bahwa terdapat kesenjangan antara layanan yang ditawarkan oleh para penganalisis data profesional dan persyaratan perusahaan yang ingin melibatkan mereka. 

 

Sentimen ini terungkap oleh survei yang dilakukan di seluruh wilayah Asia-Pasifik dengan responden dari 25 perusahaan dan penyedia layanan jasa analisis data.

 

Pengamatan utama meliputi ketidaksesuaian persediaan/permintaan saat ini disebabkan oleh persepsi terhadap hambatan penggunaan yang berbeda, dengan para pengguna yang menyebutkan biaya sebagai penghalang terbesar dan para penyedia yang percaya bahwa hambatan terbesar adalah kurangnya kesadaran pengguna tentang bagaimana cara menggunakan layanan tersebut dan kurangnya karyawan yang terampil. 

 

Penyedia yang menawarkan penyesuaian yang lebih besar dalam layanan jasa analisis akan dapat merebut pangsa pasar yang lebih di kalangan pengguna jasa analisis. Pengguna dan calon pengguna jasa analisis menuntut penyesuaian yang lebih besar dari layanan jasa analisis dan interface. Perusahaan-perusahaan dari berbagain macam sektor industri, kecuali e-commerce, merasa kesulitan untuk memanfaatkan analisis dengan cara yang benar untuk penargetan pelanggan yang efektif. Hal yang sama juga dirasakan dalam analisis prediktif yang mempengaruhi pemasaran dan pengembangan produk dan layanan baru.

 

Pemahaman data analisis adalah kunci mejaga daya saing (competitiveness), 62% dari perusahaan yang disurvei sudah menggunakan data analisis. Namun, kurang dari setengahnya  memakai data analisis untuk keputusan yang berkaitan dengan keuangan hanya satu dari 20 perusahaan dalam survei ini menggunakan data analisis untuk keputusan yang berkaitan dengan sumber daya manusia.

 

"Dampak dari penggunaan analisis data yang efisien dapat menciptakan bisnis APAC yang lebih bermakna dan segera terwujud. Namun, untuk mendorong penggunaan dan nilai yang lebih besar, seluruh ekosistem perlu menjalankan peran mereka," ujar Arun Sundar dari TrustSphere, 

 

"Ini termasuk penyedia jasa analisis yang membantu pelanggan memahami berbagai sumber data, potensi kesenjangan keterampilan pekerja, serta memberikan pelatihan dan jasa selain menawarkan value proposition yang disesuaikan. Peran Pemerintah dan badan-badan perdagangan juga sangat penting pada saat ini untuk menyelaraskan permintaan dan persediaan dengan praktik-praktik terbaik dari industri," pungkas Arun menambahkan. (Rel)

 


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah

Ekonomi

Trafik Data Meningkat 21% saat Idulfitri, Indosat Hadirkan Koneksi Andal Tanpa Hambatan

Ekonomi

Diduga Palsukan Dokumen Nasabah : Asuransi Sequis Life dan PT Deswa Invisco Multitama Dilaporkan ke Polrestabes Medan

Ekonomi

Bookber Simpel IM3 di Kota Medan Jadi Bukber Paling Seru

Ekonomi

Indosat Gelar Ekspedisi Jaringan Andal, Perkuat Konektivitas Sepanjang Jalur Mudik

Ekonomi

Goodby Gangguan Seismik! Teknologi Baru Pengolahan Data dengan Kualitas Terbaik