Beritasumut.com-Akibat gelombang tinggi disertai angin kencang di Selat Malaka bagian tengah termasuk perairan Pantai Labu berdampak berkurangnya ikan hasil tangkapan nelayan. Hal ini pun mengakibatkan naiknya harga hampir semua jenis ikan. Sanusi (58) salah seorang nelayan Pantai Labu pada Senin (17/10/2016) menerangkan akibat gelombang tinggi disertai angin kencang ini ikan hasil tangkapan nelayan menurun drastis. Di mana saat cuaca normal para nelayan dapat menangkap ikan 2 fiber sampai 3 fiber. “Saat cuaca normal kami dapat menangkap ikan 300 Kg sampai 400 Kg, sementara akibat cuaca buruk sejak beberapa hari terakhir tangkapan ikan menurun drastis hingga hanya sekira 110 Kg,” jelas Sanusi. Lanjut Sanusi yang sudah melaut sejak umur 16 tahun ini, akibat gelombang tinggi dan angin kencang ini para nelayan lebih memilih bertahan di rumah. “Kalau gelombang tinggi dan angin kencang, kami lebih memilih bertahan dirumah. Kami tidak ada pekerjaan lain, kalau tetap melaut malah merugi,” ujarnya. Sementara itu, Kabulan, salah seorang warga mengaku, sejak beberapa hari terakhir harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang ada di Desa Pantai Labu Pekan, Kecamatan Pantai Labu naik drastis. “Hampir semua jenis ikan harga naik, kenaikkannya berkisar Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu,” ujar Kabulan. Menurut Kabulan, akibat sulitnya mendapatkan ikan, masyarakat terpaksa membeli ikan yang masuk dari Medan. “Banyak ikan masuk dari Medan, semoga cuaca segera normal dan harga ikan kembali normal,” harap Kabulan. (BS05)