Kantung Plastik Berbayar Hanya Untungkan Produsen Plastik

- Kamis, 06 Oktober 2016 20:06 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/5004_Kantung-Plastik-Berbayar-Hanya-Untungkan-Produsen-Plastik.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Kantung Plastik Berbayar
Beritasumut.com-Aturan mengenai kantung plastik berbayar yang selama ini telah berjalan di mall dan pusat perbelanjaan, sama sekali tidak memberikan dampak apapun bagi lingkungan. Hal ini dikatakan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara (Sumut), Dana Tarigan, Kamis (06/10/2016).

 

Dana menilai, aturan ini sama sekali tidak memberikan dampak apapun, sebab penggunaan plastik di masyarakat masih saja tetap begitu tinggi. Malah Dana menyebutkan, kebijakan itu lebih memiliki muatan ekonomi ketimbang dampak ke lingkungan. Karena, pihak yang diuntungkan, justru berasal dari kalangan produsen kantung plastik.

 

"Jadi tak ada dampaknya bagi lingkungan. Yang ada sebenarnya, lebih menguntungkan produsen plastik," ungkapnya.

 

Sebagaimana yang diketahui, mulai 1 Oktober kemarin, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sudah menghentikan program kantong plastik berbayar hingga diterbitkannya Permen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang berkekuatan hukum. Selanjutnya, kantong plastik kembali digratiskan untuk seluruh ritel modern.

 

Dana menjelaskan, dihentikannya atau tidak, ataupun malah aturannya digantikan dengan memberikan cukai bagi ritel modern, karena hal itu dianggapnya sama saja. "Selama ini ritel juga ada yang membeli plastiknya sendiri, untuk digratiskan kepada konsumen. Tetapi yang lebih penting, apakah itu jadi solusi dari penggunaan plastik? Jadi sebenarnya sama saja," sambungnya.

 

Menurut Dana, yang lebih penting adalah bagaimana memberikan edukasi bagi masyarakat, berupa mengapa pentingnya plastik itu dilarang. Sehingga dengan sadar, masyarakat akan mengurangi pemakaiannya.

 

"Selama ini kebijakannya tidak menyentuh ke akar masyarakat. Karena tidak berhasil menjawab pengurangan pemakaian plastik," tegasnya. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Kebijakan Plastik Berbayar di Sejumlah Ritel di Indonesia Dinilai Akan Turunkan Permintaan Plastik

Ekonomi

Kantung Plastik Bayar, Tak Jamin Masyarakat Sadar