Harga Beberapa Komoditi Naik, TPID Sumut Akan Gelar OP

- Rabu, 05 Oktober 2016 22:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/2014_Harga-Beberapa-Komodiri-Naik--TPID-Sumut-Akan-Gelar-OP.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Harga cabe beberapa hari belakangan mengalami kenaikan.
Beritasumut.com-Guna mengantisipasi inflasi di Sumatera Utara yang pada bulan September 2016 mencapai 1,22 persen atau berada di atas inflasi nasional sebesar 0,22 persen, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut akan segera melakukan operasi pasar untuk beberapa komoditi seperti cabe, gula, ikan basah dan beras.

 

Langkah itu menjadi kesepakatan dalam Rapat TPID Sumut yang dipimpin oleh Ketua TPID SU, Sekda Provsu Hasban Ritonga, di Kantor Gubsu, Rabu (05/10/2016). Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BI Difi A Johansyah, Kepala Dinas Peternakan Parmohonan Lubis, Kadis Perindag Alwin, Plt Karo Ekonomi Elidawati Kadivre Bulog Imran, plt Kadis Pertanian Sumut Azhar, mewakili BPS Sumut.  

 

Pelaksanaan Operasi pasar akan melibatkan SKPD Pemerintah Provinsi terkait diantaranya Dinas Pertanian, Dinas Perindustriandan Perdagangan, Dinas Perikanan dan Kelautan  serta Bulog Sumut. Operasi pasar ini menurut Hasban Ritonga diharapkan dapat memberikan pengaruh menurunkan harga komoditi di pasar.

 

Salah satu komoditi yang menjadi pembahasan adalah cabai merah yang memberi andil inflasi 1,031 %  di Kota Medan. TPID Sumut akan melakukan operasi pasar dengan membeli langsung cabai merah dari petani dan menjualnya di pasar Kota Medan. "Disamping cabai, TPID Sumut juga melakukan operasi pasar komoditi lainnya seperti gula pasir, ikan laut dan beras," ujar Hasban.

 

Sebagaimana data BPS Sumut, pada bulan September 2016, empat kota IHK di Sumut mengalami inflasi, yaitu Sibolga sebesar 1,85%, Pematang Siantar 0,29%, Medan 1,32% dan Padang Sidempuan sebesar 0,83%. Dengan demikian Sumatera Utara pada BUlan September 2016 mengalami inflasi sebesar 1,22 persen, sedangkan inflasi nasional  bulan September 0,22%. 

 

Dengan demikian inflasi Sumut komulatif sebesar 4,24% dan nasional sebesar 1,97%. Pada buan September 2016 inflasi Sumut berada di atas inflasi nasional sebesar 2,27%.

 

Menurut Hasban, pihaknya akan berupaya sebisanya mengendalikan inflasi Sumut yang cenderung tinggi pada tahun 2016 ini. Secara kumulatif sampai September, inflasi tahun ini sudah 4,24% tentu perlu diwaspadai. “Masih ada waktu tiga bulan ke depan untuk mengatasi tingginya inflasi,” katanya.  

 

Faktor penyumbang inflasi  di Kota Medan pada bulan September 2016 yaitu harga cabe merah naik 54,85%, harga ikan dencis  naik 10,11%, harga rokok kretek filter naik 2,93 %, harga kentang naik 11,87%, ikan gembung naik 8,16%,  harga rokok putih naik 3,66% dan harga rokok kretek naik 5,18%.(BS03)

 

Berita Terkait

Ekonomi

Legimin Raharjo dan Iksan Chan Motivasi Pemain Muda Akademi Sekolah Sepak Bola

Ekonomi

Judi Tembak Ikan Terus Beroperasi, Warga Sibiru-biru Minta Tindakan Tegas Kepolisian

Ekonomi

PN Medan Periksa Bukti Tambahan Gugatan Buruh PT Tor Ganda

Ekonomi

Sambut Waisak, Umat Buddha Tebar Eco Enzyme di Sungai dan Danau di Sumatera Utara

Ekonomi

Bamsoet Masuk Komisaris Independen LPKR, Lippo Karawaci Umumkan Susunan Direksi Baru

Ekonomi

Tor Ganda Mangkir, Sidang Perdana Gugatan Pembatalan Perdamaian 34 Eks Pekerja Ditunda