Kapolres Tobasa Ajak Masyarakat Beternak Ayam Organik

- Selasa, 04 Oktober 2016 06:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/6292_Kapolres-Tobasa-Ajak-Masyarakat-Beternak-Ayam-Organik.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beternak ayam.
Beritasumut.com-Di sela-sela kesibukannya sebagai pimpinan aparat kepolisian di wilayahnya, Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian menekuni beternak ayam organik. Setelah dicoba, diyakini ternak Ayam Organik potensial dikembangkan di Toba Samosir.“Saya sendiri sudah coba, beternak Ayam Organik cocok di daerah kita ini. Ini buktinya,” tutur AKBP Jidin Siagian seperti dilansir dari laman resmi tobasamosirkab.go.id.

 

Menurut AKBP Jidin, biaya, perawatan, hingga pakan tergolong sangat murah. Perwira dengan dua melati di pundaknya itu merinci, untuk ternak Ayam sebanyak 1.000 ekor, cukup kandang 4×6 meter. Kemudian, untuk perawatan cukup dengan perawatan alami.“Pakan gak perlu repot. Tak perlu beli pakan pelet, atau sejenisnya. Makanan pokok ternak itu adalah ulat-ulat, ditambah sedikit sayur. Justru itu disebutkan sebagai ternak organic,” paparnya.

 

AKBP Jidin menyebutkan, untuk menghasilkan ulat itu mudah. Cukup menyiapkan jus sayur, jerami, serbuk ketaman kayu, arang, dan nasi. Khusus cara membuat jus sayur,  dengan mengumpulkan sisa-sisa sayur, seperti kol, buncis, tomat, dan sayur-sayuran lainnya. Kemudian digiling hingga halus. Setelah itu, dicampur dengan gula merah.

 

"Jadi, yang menjadi makanan pokok ternak tadi, adalah ulat. Campuran bahan tadi mampu memproduksi ulat-ulat hingga waktu lebih dari tiga bulan. Dan ternak itu sendirilah yang mengais mendapatkan makanan ulat yang ada di lantai kandang.Jadi Ayam tadi tidak perlu lagi dikasi makan. Cukup berikan makanan tambahan seperti pelepah pisang, daun ubi, atau jantung pisang. Kalau kita piker-pikir sepintas, memang tidak menyakinkan, tapi ini sudah saya buktikan,” bebernya.

 

Ditambahkannya, untuk menjamin ternak tetap sehat, sekeliling kandang di pagar dengan arang.“Arang ini berfungsi menangkal penyakit ternak. Kemudian sebagai obat juga, air minum ayam diberikan air bercampur kunyit, sehingga ternak kebal penyakit. Satu lagi, saat malam hari, tetap menyalakan lampu dalam kandang, sehingga ayam tetap bisa mencari makan,” katanya.

 

"Dalam waktu 3 bulan, kita sudah bisa panen. Seperti kemarin, usia 3 bulan sudah mencapai 1,2 sampai 1,5 kg per ekor. Ini telah saya buktikan sendiri. Jadi saya ingin mengajak siapa saja yang berminat untuk mencoba hal ini. Saya bersedia membagi ilmu, silahkan datang ke Polres ini,” pungkasnya menambahkan. (BS02)

 


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Denpom I/5 dan Polrestabes Medan Gerebek Arena Judi di Pancur Batu

Ekonomi

Pengelola Lapak Judi dan Sabung Ayam Teror dan Serang Panti Asuhan YPPK di Desa Helvetia

Ekonomi

Swayamvara Buddhis 2024 WALUBI Medan Digelar Oktober 2024

Ekonomi

Polda Sumut dan Kodam I/BB Gagalkan Penyelundupan Senilai Rp 20 Miliar dari Thailand

Ekonomi

Pj Gubernur Sumut Lepas Kontingen untuk Mengikuti STG XI Magelang

Ekonomi

Polisi Tangkap Maling Telor Ayam Eropa Milik PT Sahabat Jaya