Sei Mangkei Tetap Jadi Prioritas Kawasan Industri

Herman - Jumat, 30 September 2016 15:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092016/5574_Sei-Mangkei-Tetap-Jadi-Prioritas-Kawasan-Industri.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Meksi pemerintah belum menetapkan harga gas, Sei Mangkei tetap diprioritaskan menjadi kawasan industri. Sebab dalam dalam 20 tahun mendatang KEK Sei Mangkei diperkirakan akan menyerap investasi hingga Rp46 triliun.Direktur Perencananaan Pembangunan PTPN3 Alexander Maha mengatakan, harga gas yang saat ini berada di posisi 12 USD/MMBTU dikaji ulang. Sebab para investor berharap harga yang ditetapkan nantinya juga tak memberatkan para pelaku industri. Harga yang diminta 10 USD/MMBTU. "Penetapan harga gas bulan ini diselesaikan oleh kementerian. Belum ada investor yang hengkang atau berencana hengkang dari Sei Mangkei," katanya, Kamis (29/09/2016).Jika investasi Rp46 triliun dirinci, lanjutnya, investasi dalam 20 tahun kedepan itu diantaranya adalah Rp38 triliun untuk zona industri, Rp5,5 triliun untuk zona logistik, serta Rp2,5 triliun untuk pengembangan kawasan dan zona pariwisata. Kemudian juga akan menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 150 ribu.  Namun saat ditanya terkait berapa banyak gas yang diperlukan untuk KEK Sei Mangkei, Alex tak merincinya.  "Jababeka saja butuh 25 tahun. Pemerintah pusat sangat mendukung KEK Sei Mangkei," terangnya.Untuk itu terkait kesiapan kawasan, Alex menjelaskan saat ini infrastruktur dalam kawasan telah rampung dikerjakan. Diantaranya, instalasi gas yang telah selesai dibangun oleh Pertagas dan gardu induk telah selesai dibangun oleh PT PLN dengan kapasitas 60 Mega Volt Amphere (MVA) yang diperkirakan mampu mensuplai listrik sebesar 30 MW. “Selain itu, dalam kawasan KEK Sei Mangkei juga telah dibangun pembangkit listrik tenaga biomassa dengan kapasitas 2 x 3,5 MW,” papar Alex.Selanjutnya, kata Alex, Kementerian Perindustrian juga telah membangun 4 infrastruktur meliputi jalan sepanjang 4,2 km, dry port 5300 TEUs, Tank Farm dengan total volume 11.000 ton, lalu jalur KA sepanjang 2,95 km yang terhubung dengan jalur KA existing sehingga mampu mencapai pelabuhan Belawan. “Dan selanjutnya, jika jalur KA Bandar Tinggi–Kuala Tanjung selesai dibangun, maka semua produk KEK Sei Mangkei akan dikirim ke pelabuhan Kuala Tanjung sebagai global hub port internasional,” katanya.Ia menambahkan, KEK Sei Mangkei juga memiliki keunggulan karena dekat dengan pelabuhan Kuala Tanjung dan dekat dengan Kawasan Danau Toba yang akan dijadikan sebagai “Monaco-nya Indonesia.” Konektifitas pada 3 wilayah tersebut diatas, terkoneksi dengan jalan tol pada tahun 2019 mendatang.“Poin-poin ini yang menjadi faktor optimistis kami bahwa KEK Sei Mangkei segera menjadi Green Economic Zone pertama di Indonesia. Untuk memperkuat target itu, PTPN 3 bekerjasama dengan Pertamina membangun Powerplant Gas dengan kapasitas 250 MW,” tandas Alex Maha.(BS07)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Resmikan Terminal Ferry International Gold Coast, Menko AHY: Untuk Memperkuat Konektivitas

Ekonomi

Presiden Tetapkan 77 Proyek Strategis Nasional, Salah Satunya KEK Sei Mangkei

Ekonomi

Kunjungi KEK Sei Mangkei, Delegasi Sembilan Negara Tinjau Hilirisasi Karet dan Kelapa Sawit Berskala Internasional

Ekonomi

Pj Gubernur Sumut Dukung KIM Perluas Lokasi Investasi

Ekonomi

Groundbreaking Pabrik Pipa di Batang, Presiden: Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri dan Ekspor

Ekonomi

Dorong OPD dan Pihak Terkait, Edy Rahmayadi Kebut Proyek Rusunawa KEK Sei Mangkei