Orang Indonesia yang Beli Properti di Singapura Terus Meningkat

Herman - Jumat, 16 September 2016 16:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092016/8762_Orang-Indonesia-yang-Beli-Properti-di-Singapura-Terus-Meningkat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut/ilustrasi

Beritasumut.com-Belakangan permintaan hunian mewah di Singapura terus meningkat, menariknya jumlah pembeli properti mewah di sana mayoritas berasal dari Indonesia rata-rata mereka membeli properti di Singapura seharga USD 3,7 jutaFenomena ini muncul justru ketika berlakunya Undang-Undang (UU) tentang Pengampunan Pajak atau Tax amnesty di Indonesia. Hal ini tentu menjadi ironi karena saat pemerintah sendang berupaya keras untuk mengembalikan dana repatriasi dari luar negeri, justru banyak orang kaya di Indonesia yang membelanjakan dananya di luar negeri.Sejak awal tahun ini, tercatat orang Indonesia sudah membeli properti mewah di Singapura mencapai 30-an unit dengan total nilai mencapai Rp 48,5 miliar. Namun, bukan hanya orang Indonesia yang mencari tempat untuk investasi di Singapura. Pasar Singapura kini sedang mengalami penurunan dengan peluang di tengah kota misalnya di tempat OUE Twin Peaks Tower berada.Saat ini pemerintah memberikan denda pajak sebesar 200 persen kepada mereka para wajib pajak penerima amnesti yang tidak mengungkapkan keseluruhan asset nya. Hal ini memang sengaja dilakukan guna mengendalikan orang kaya Indonesia untuk menemukan tujuan alternatif untuk investasi properti mereka.Selain itu, pemerintah juga telah mengantisipasi hal ini dari bank asing, ia berencana akan memberikan keringanan pajak sebesar 0 % untuk biaya deklarasi. Dengan begitu diharapkan orang Indonesia yang memiliki aset di luar negeri dapat memanfaatkan fasilitas ini sehingga dapat mendorong peningkatan perekonomian negara.Managing Director Lamudi Indonesia, Mart Polman, mengatakan, properti selalu menjadi tempat yang aman bagi investor. "Selama masa ketidakpastian ekonomi dan politik maka orang akan beralih ke real estate untuk melindungi kekayaan mereka," tambah Polman.Banyak orang kaya Indonesia yang membeli properti di luar negeri dikarenakan memanfaatkan celah kesepakatan pajak yang tertuang di Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) tentang tax evasion, dalam aturan tersebut disepakati bahwa negara di dunia kan membuka data yang ada di bank di manapun mulai tahun 2018. Namun data dalam bentuk aset properti tidak wajib untuk dibuka.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Prabowo Bertemu Ray Dalio Bahas Pengelolaan Aset dan Investasi di Indonesia

Ekonomi

Tarik Investor, Pemprov Sumut Terus Dorong Kemudahan Investasi dan Hilirisasi

Ekonomi

Hashim Pede Tahun Depan Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 8%

Ekonomi

Presiden Prabowo Tandatangani Tiga Produk Hukum Strategis Investasi Nasional

Ekonomi

Presiden Prabowo Luncurkan Danantara, Wujud Komitmen Pengelolaan Investasi Berkelanjutan

Ekonomi

Prabowo Didampingi SBY dan Jokowi Saat Luncurkan Danantara