Beritasumut.com-Pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh pemerintah pusat mengakibatkan sejumlah proyek di Pemprovsu gagal terealisasi tahun ini. Seperti halnya dua proyek miliaran rupiah di Dinas Perikanan Dan Kelautan (Diskanla) Pemprovsu yakni dermaga apung (Jetty) di Pulau Mursala Tapteng dan PLTS di Pulau Bais, Nisel.Kepala Diskanla Sumut Jhonny Waldi saat dikonfirmasi membenarkan soal tertundanya kedua proyek tersebut. Menurut Zhonny untuk pembangunan dermaga apung di Pulau Mursala Tapteng dialokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar. Sedangkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau terdepan kawasan pantai barat yaitu di Pulau Bais kabupaten Nias Selatan dana yg dibutuhkan untuk pembangunan sekitar Rp3 M. Sedangkan anggaran yang tertampung hanya Rp 2 Miliar."Dengan tidak terlaksananya pembangunan Jetty itu tentunya peningkatan kunjungan wisata ke Pulau Mursala tidak tercapai sebagaimana yang kita harapkan," ujar Jhonny kepada wartawan, Minggu (11/09/2016).Terpisah, Sekda Provsu Hasban Ritonga saat dikonfirmasi membenarkan kalau imbas pemotongan DAK paling besar dialami oleh Diskanla. Hanya saja Hasban mengaku belum mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja di Diskanla yang terpangkas akibat adanya pemotongan DAK."Diskanla salah satu SKPD yang belum melaporkan kepada saya soal perkembangan terkait adanya pemangkasan DAK itu. Jadi saya belum bisa sampaikan apakah ada proyek di Danau Toba yang terkena imbasnya. Tapi ginilah, saya akan segera mempertanyakan kepada yang bersangkutan,"ujar Hasban.Seperti diketahui Pemprovsu terkena pemotongan DAK sebesar 10 persen dari Rp152 miliar atau sekitar Rp15 miliar. Pemotongan terbesar paling banyak di Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Sumut.(BS03)