Realisasi Belanja Pemprov Sumut Capai Rp 6 Triliun

- Jumat, 02 September 2016 19:07 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092016/4871_Realisasi-Belanja-Pemprov-Sumut-Capai-Rp-6-Triliun.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Gubernur Sumut H T Erry Nuradi
Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H T Erry Nuradi mengumpulkan para pimpinan SKPD untuk menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut), di kantor Gubsu, Jumat (02/09/2016).

 

Sejumlah poin penting dibahas dalam Rakor tersebut, diantaranya mengenai realisasi pendapatan dan belanja, pembahasan persiapan PAPBD 2015 dan tindaklanjut koordinasi untuk pencegahan korupsi dengan KPK terutama menindaklanjuti 9 poin yang harus dipenuhi.

 

"Tadi kita melakukan rapat koordinasi yang intinya ada tiga hal yang kira bahas," ujar Erry kepada wartawan usai rapat.

 

Dijelaskan Erry, hingga 31 Agustus 2016 pendapatan yang sudah diperoleh Pemprovsu mencapai 64,27 persen dari target pendapatan sekitar Rp 9,9 Triliun itu. Sedangkan untuk belanja tercatat sebesar 60,2 persen atau sekitar Rp 6 Triliun dari total APBD sebesar Rp9,975 Triliun.

 

“Kedua kita juga membahas rencana APBD 2017 juga PAPBD 2016. Di mana dalam PAPBD ini kita akan melakukan penyesuaian-penyesuaian anggaran, ada beberapa dana yang tidak masuk dan ada beberapa dana juga yang akan kita masukkan. Termasuk tadi juga dibahas dampak penundaan DAU, apa yang harus kita lakukan,” papar Erry.

 

Lebih lanjut dikatakan Erry hingga saat ini, Pemprovsu memang belum dapat mengambil kebijakan apa saja pengurangan ataupun penghematan yang akan dilakukan terkait penundaan DAU sebesar Rp 290 Milyar.

 

“Pastinya ada beberapa pengurangan dan penghematan-penghematan yang akan kita lakukan. Tapi kita masih belum melihat mana nanti yang akan kita kurangi, mudah-mudahan tidak begitu banyak. Tapi untuk proyek belanja langsung kita pastikan tidak akan ada pengurangan, paling kita lakukan penghematan pada belanja-belanja rutin,” katanya.

 

Selain itu, lanjut Erry, pihaknya juga membahas tindaklanjut koordinasi untuk pencegahan korupsi dengan KPK terutama menindaklanjuti 9 poin yang harus dipenuhi.

 

“Soal tindaklanjut dengan KPK yang 9 poin itu juga kita bahas sudah sampai mana kita laksanakan, dan itu akan terus kita tindaklanjuti,” tandasnya. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

PSMS vs PSPS Berakhir Imbang, Suporter Meraung di Stadion Utama Sumut

Ekonomi

Badan Legislasi DPR RI Kunjungi Kadin Sumatera Utara Bahas Penyusunan RUU Kadin

Ekonomi

Hari Pahlawan, PLN Dorong Guru SMK Jadi Pelopor Konversi Motor Listrik di Kota Medan

Ekonomi

Kunjungan Pertama Sebagai Gubernur, Bobby Nasution Serap Aspirasi Warga Samosir

Ekonomi

Bobby Nasution Pastikan Akan Selaraskan Program dengan Pemerintah Pusat

Ekonomi

Sekda Langkat Pimpin Apel Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Digitalisasi Pemerintahan