Beritasumut.com-Kenaikan harga sejumlah komoditas turut memberi andil kenaikan inflasi Kota Medan menjadi 0,82% pada Agustus 2016. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Juli sebesar 0,14%.Sementara tiga kota lainnya di Sumut, yakni Sibolga, Pematangsiantar dan Padangsidimpuan pada Agustus 2016 juga mengalami inflasi. Sibolga 0,61% atau turun dari Juli 2016 sebesar 0,91%, Pematangsiantar 0,66% atau naik dari Juli 2016 sebesar 0,17%. Sedangkan Padangsidimpuan mengalami deflasi 0,41% dari sebelumnya Juli 2016 mengalami inflasi 1,57% ."Dengan demikian, Sumatera Utara pada Agusutus 2016 mengalami inflasi sebesar 0,74%," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Bismark Sitinjak, Jumat (02/09/2016).Bismark mengatakan inflasi Kota Medan 0,82% terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 2,42%, kelompok bahan makanan 1,84%, kelompok sandang 1,03%, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,51%, kesehatan 0,63%, dan perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,46%. Sedangkan satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi adalah transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,30%.Pada Agustus 2016 kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi, yakni kelompok bahan makanan 0,43%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,08%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,11%, kelompok sandang 0,06% , dan kelompok kesehatan 0,02%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,17% serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan -0,06%.Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Agustus 2016 antara lain cabai merah, uang sekolah SMP, ikan dencis, tarif listrik, uang sekolah SMA, emas perhiasan, dan sawi hijau. Adapun persentase peningkatan harga komoditas tersebut antara lain harga cabai merah naik 15,18%, uang sekolah SMP naik 11,97%, harga ikan dencis naik 11,71%, tarif listrik naik 2,23%, uang Sekolah SMA naik 5,20% arga emas perhiasan naik 3,26 persen dan harga sawi hijau naik 22,70%. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain angkutan udara, bawang merah, gula pasir, wortel, jengkol, angkutan antar kota, dan buah apel.Sementara dari 23 kota yang diamati Indeks Harga Konsumennya(IHK) di Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 0,93% dan inflasi terendah di Dumai 0,05%. Deflasi terjadi di Tanjung Pandang sebesar 0,58% dan terendah di Bandar Lampung 0,11%. Secara nasional, inflasi tertinggi terjadi di Manokwari dan Sorong sebesar 1,27% dan terendah di Jakarta dan Kendari sebesar 0,01%.(BS07)