Beritasumut.com-Pada rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan 2016 di jajaran Pemerintah Kota Medan baru-baru ini, Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi, menyampaikan realisasi anggaran belanja langsung hingga Juli 2016 baru teralisasi sebesar Rp609 miliar atau sebesar 20,3% dari yang ditargetkan Rp3,1 triliun.Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Kota Medan Herri Zulkarnain mengaku miris melihat kondisi itu. "Jangan-jangan yang 20,3% itupun realisasi non fisik pula," kata Herri Zulkarnain menjawab wartawan perihal minimnya realisasi anggaran belanja langsung APBD Kota Medan 2016, Rabu (17/08/2016).Menurut Herri, sangat wajar masyarakat kecewa melihat kondisi infrastruktur saat ini, sebab 70 persen lebih dana pembangunan itu tidak tersalurkan. "Kalau dana pembangunan lebih banyak yang tidak tersalurkan, apa jadinya kota ini," tanya anggota Komisi A ini.Legislator asal Dapil III ini, juga mempertanyakan kenapa hal ini bisa terjadi, sehingga progres pembangunan menjadi terhambat. Begitupun Herri tidak menampik, kasus korupsi yang melanda pejabat eksekutif dan legeslatif di Sumut turut mempengaruhi Kota Medan."Apakah Pak Walikota merasa takut. Transparan saja, biar masyarakat tahu dan mengerti kondisi yang sebenarnya, seperti yang dilakukan DKI Jakarta melalu e-budgeting dan e-tender. Sepanjang penggunaan anggaran itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, kenapa takut. Saya pikir on the track saja," ucapnya.(BS03)