Menkeu Diimbau Inventarisasi dan Cegah Hilangnya Potensi Pendapatan Negara dari BUMN

Herman - Rabu, 17 Agustus 2016 09:32 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082016/771_Menkeu-Diimbau-Inventarisasi-dan-Cegah-Hilangnya-Potensi-Pendapatan-Negara-dari-BUMN.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Anggota Komisi XI DPR RI Refrizal

Beritasumut.com-Anggota Komisi XI DPR RI Refrizal mengimbau Menteri Keuangan Sri Mulyani serius menginventarisasi setiap potensi pendapatan negara sekaligus mencegah potensi kehilangan penerimaan negara, khususnya dari sektor BUMN.Oleh karena, BUMN sebagai lokomotif pembangunan memiliki karakter khusus  dan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa ke depan.“Jangan sampai pemerintah, membuat kebijakan yang malah melemahkan peran-peran pembangunan BUMN. BUMN adalah mitra pembangunan,” jelas Refrizal, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (16/08/2016).Refrizal mencontohkan di bidang telekomunikasi, Menkominfo Rudiantara berencana membuat kebijakan untuk menurunkan tarif interkoneksi antar operator seluler. Sayangnya, jelas Refrizal, kebijakan ini dalam jangka panjang akan merugikan masyarakat dan negara, yaitu Telkom Group sebagai BUMN di bidang telekomunikasi.“Oleh karena, tidak ada jaminan industri akan membangun infrastruktur-infrastruktur telekomunikasi baru di daerah terpencil (rural). Bahkan, dalam lima tahun ke depan, negara akan kehilangan potensi pembayaran pajak dan dividen dari Telkom Group sebesar 50 Triliun,” papar Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II ini.Oleh karena itu, Refrizal meminta kebijakan yang populis dalam jangka pendek, tapi berpotensi melemahkan pembangunan di masa depan harus ditinggalkan.“Kita harus melihat pembangunan sebagai sesuatu yang berkesinambungan dan jangka panjang. Menteri-menteri bidang ekonomi harus sensitif mengenai hal ini,” papar wakil rakyat DPR RI tiga periode ini.Diketahui, dari pemaparan Presiden Jokowi pada Sidang Tahunan MPR RI hari ini, Selasa (16/08/2016), diketahui bahwa ancaman defisit APBN semakin besar. Ancaman tersebut lahir karena target pertumbuhan ekonomi dan pajak terlalu tinggi, serta dijadikan sebagai asumsi dasar pada APBN.Sebagai contoh, pertumbuhan pada APBN-P 2015, sektor pendapatan pajak ditargetkan mengalami pengingkatan 33 persen. Menurut Refrizal, angka ini terlampau optimis mengingat pertumbuhan natural pendapatan pajak selama ini hanya berkisar antara 10-15 persen.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Listrik Padam Selama 4 Jam di Jalan Karya Bakti Helvetia, Warga Kecewa

Ekonomi

Edarkan Sabu di Binjai, Pemuda Asal Padang Lawas Ditangkap Polisi

Ekonomi

Jamin Pasokan Listrik Anti Padam, Premium Office Tower Podomoro City Deli Medan Hadirkan Solusinya

Ekonomi

Pertamina Sumbagut Hadirkan Pasar Murah untuk 1.000 Warga di Padang

Ekonomi

Tak Ada Pemberitahuan, Listrik Padam 3 Jam saat Warga Tertidur

Ekonomi

Apresiasi Pengelolaan Arus Mudik-Balik Lebaran, Menko AHY: Ini Kontribusi dari Semua Pihak