Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi meminta Dinas Pertanian Sumatera Utara memetakan kondisi ketersediaan dan produksi bahan pangan di Sumatera Utara. Pemetaan dimaksud untuk memprediksi dan mengantisipasi kebutuhan bahan pangan pada saat musim paceklik maupun musim panen raya. "Dinas Pertanian harus punya peta terutama komoditas penyumbang inflasi seperti cabai dan bawang merah, kapan produksi melimpah, kapan paceklik untuk bisa diidentifikasi. Tujuannya agar pasokan ketersediaan bahan pangan stabil sehingga tidak menimbulkan gejolak inflasi," ujar Erry saat memberi arahan pada Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sumatera Utara di Kantor Bank Indonesia, Medan, Senin (15/08/2016). Dalam rapat yang dipimpin Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IX Sumut dan Aceh Difi Ahmad Johansyah, dihadiri Asisten Ekbang Provu Binsar Situmorang, Kepala SKPD Provsu terkait, Kepala BPS Sumut, Kepala Bulog dan mewakili Pemko Medan, Erry meminta agar Dinas pertanian harus bisa mendorong produksi. Semua stakeholder hendaknya dapat bekerjasama dan memantau kondisi inflasi yang terjadi dan mengambil langkah antispiasi. Erry pun memberi arahan yang harus dilakukan untuk pengendalian inflasi, diantaranya agar SKPD berkaitan dengan produksi baik pertanian dan peternakan segera berkoordniasi dengan instansi terkait. "Dinas pertanian harus punya peta kapan produksi melimpah, kapan paceklik untuk bisa diidentifikasi. Hari ini kalau kita tidak dimulai tanaman bawang cabai, nantinya akan ada fluktuasi harga. Kita bisa antisipasi dan bisa kerjasama dengan provinsi lain dengan produk melimpah," ujarnya. Dijelaskan Erry dari perkembangan enam bulan pertama tahun 2016 ini inflasi terbilang relatif tinggi. Oleh karenanya perlu kerjasama semua pihak baik dari sisi produksi maupun distribusi. "Lakukan rapat dan kunjungan ke peternakan untuk mengatasi persoalan yang ada," kata Gubsu. Gubsu mengingatkan hal penting lainnya yaitu jalur distribusi. "Jangan sampai petani mendapat sedikit namun harga di pasar tinggi. Distribusi seperti ini yang harus dipotong agar efisien," tambahnya. Dalam kesempatan itu Erry meminta Dinas Perindag harus bisa mengatasi persoalan tersebut, salah satunya dengan berkoodrinasi dengan bulog untuk membangun distribusi yang efisien. Demikian juga untuk produk lain seperti gula pasir dan barang lain yang bisa stabilkan harga. "Gula dan daging sudah banyak yang masuk. Kita libatkan daerah untuk operasi pasar serentak, karena Sumut bukan hanya Medan saja. Apalagi kalau harga mulai naik, segera koordinasi dengan bulog agar bisa operasi pasar," pinta Gubsu.(BS03)