Beritasumut.com-Dengan luas Indonesia yang didominasi wilayah kelautan hampir sebesar 70 persen, pembangunan maritim menjadi salah satu prioritas Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, seperti tertuang dalam visi misinya. Diprediksi ke depan, Indonesia akan lebih banyak hidup dari laut.“Janji Presiden itu memang diwujudkan, dan saya diperintahkan untuk segera melihat mengenai infrastruktur laut,” tegas Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dalam peresmian PT Dua Putra Utama Makmur, Tbk, Juwana, Pati, Jawa Tengah, Rabu (10/08/2016).Saat ini, lanjut Menko Kemaritiman, Pemerintah tengah membangun Tol Laut di sepanjang pantai Sumatera, supaya kapal-kapal bisa singgah dan angkutan-angkutan barang menjadi mudah.Pemerintah juga menaruh perhatian pada proteksi sumber daya laut, seperti Natuna dan daerah-daerah lain di Indonesia Timur. Selain itu, penambahan sekolah maritim juga akan dilakukan.Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dipimpin oleh Susi Pudjiastuti pun, jelas Luhut, telah mengatur illegal fishing, untuk menjaga sumber daya kelautan Indonesia.“Indonesia sebagai negara maritim, sebagai poros besar maritim dunia. Itu bisa kelihatan wujudnya. Tidak hanya slogan, tetapi terwujud dari produksinya tadi,” tambah Luhut, seperti dilansir setkab.go.id, Kamis (11/08/2016).Perhatikan pada UKMDalam kesempatan ini, Menko Kemaritiman juga mengimbau agar PT Dua Putra Utama Makmur, Tbk memperhatikan penyuplai perusahaan, feeder-nya, yang dalam ini adalah Usaha Kecil Menengah (UKM).“UKM-UKM ini menurut saya penting. Saya titip Pak Dirut supaya membangun UKM-UKM kecil tadi, supaya mereka juga bisa tumbuh. Ini sangat penting kita lakukan,” kata Luhut.Pemerintah juga mulai menata strategi pengambilan ikan yang dapat membangun industri dalam negeri sehingga lebih mempunyai nilai tambah. Misalnya dengan mendorong pembangunan kapal dalam negeri; proses ikan dalam negeri, dan pembuatan pangan ternak dari ikan. Pemerintah juga mengingatkan agar pengambilan ikan tidak dilakukan secara berlebihan atau overfishing seperti waktu yang lalu.(BS01)