Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, pemotongan anggaran memang harus dilakukan karena kita membutuhkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kredibel. Ia mengingatkan, bahwa kita harus realistis dan tidak usah harus terlalu sangat optimistis.“Kalau kita hitung-hitung lagi, kita hitung-hitung lagi, kita perkirakan tidak mungkin ya kita harus realistis dong. Kita tidak usah harus terlalu sangat optimis. Dengan kondisi perekonomian global seperti ini yang bagus memang realistis,” kata Presiden Jokowi, seperti dilansir setkab.go.id, Senin (09/08/2016).Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi menanggapi keputusan sidang kabinet paripurna sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Rabu (3/8), untuk memangkasan anggaran belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp65 triliun dan belanja transfer ke daerah sebesar Rp 68,8 triliun karena danya potensi penurunan dari potensi penerimaan pajak 2016 yang cukup signifikan.Presiden Jokowi menilai, langkah yang dilakukan oleh Menteri Keuangan itu sebuah hal yang sangat nalar dan masuk kalkulasi. “Ya saya setujui,” tegasnya.Mengenai anggaran yang dikurangi itu Presiden menjelaskan, untuk teknis bisa ditanyakan ke Menteri Keuangan. Namun yang utama menurutnya adalah biaya operasional dan perjalanan dinas.(BS01)