Beritasumut.com-Presiden Jokowi memaparkan gambaran mengenai pertumbuhan ekonomi inflasi dan pertumbuhan ekonomi inflasi. Presiden mengingatkan, untuk tidak senang dulu kalau memiliki pertumbuhan ekonomi 9%.Kalau pertumbuhan ekonomi 9% tapi inflasi 15%, lanjut Presiden, rakyat tekor 6%. “Punya uang tapi mau beli sesuatu dia mahal. Kita harus ngerti itu. Kalau pertumbuhan ekonomi 9, inflasinya 3, ini yang kita cari. Berarti rakyat beli itu mudah sekali untuk menjangkau harga yang dijual itu mudah,” papar Presiden seraya menjawab pertanyaan kenapa pertumbuhan ekonomi penting, kenapa inflasi itu juga penting.“Oleh sebab itu harus kita kendalikan. Hati-hati, jangan bangga dulu terhadap yang namanya pertumbuhan ekonomi kalau tidak bisa mengendalikan inflasi,” tutur Presiden, seperti dilansir setkab.go.id.Presiden juga menunjukkan contoh Singapura misalnya, yang inflasinya malah minus 0,54%. Sementara Malaysia pada 2015 sebanyak 2,1%., Amerika 0,12%, Eropa 0,04%. Sedangkan Indonesia 2014 ada 8,36%, 2015 sebanyak 3,35 persen, dan 2016 ini diharapkan juga antara 3-4.“Range-nya akan kita atur seperti itu dan nanti 2018 3,5 plus dan minus, pokoknya terus harus turun, harus turun, harus turun,” tegas Presiden.Rakornas TPID itu dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardjojo, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Mendagri Tjahjo Kumolo, Seskab Pramono Anung, Pimpinan dan Anggota DPR RI, Gubernur, Bupati dan Wali kota seluruh Indonesia.(BS01)