Danau Linting:Lewati Rute Menantang

- Sabtu, 09 April 2016 16:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042016/beritasumut_Danau-Linting-Lewati-Rute-Menantang.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut/BS02
Jalan yang berkelok

Beritasumut-Danau Linting memang menyajikan pesona alam yang cukup memesona.Meskipun butuh waktu hampir dua jam lebih dari Kota Medan, tapi tak membuat perjalanan Saya membosankan.

Sampai di kawasan Si Biru-biru, berbekal arah yang ditunjukkan oleh warga, Saya pun melanjutkan perjalanan menuju danau.Yang terbayang dalam benak Saya saat itu adalah cepat sampai dan cepat-cepat berendam dalam danau. Namun, hampir 45 menit perjalanan, dari Si Biru-biru, tempat yang kami tuju tak kunjung sampai.

Meskipun agak lama, Saya tak terlalu merasakan kebosanan.Pasalnya, rute antar desa di kawasan ini cukup menyenangkan. Meski di beberapa titik jalan masih terdapat aspal berlubang, namun hamparan hijau pepohonan yang menghiasi sisi jalan ini memberikan suasana segar dan nyaman.

Belum lagi dengan kondisi jalan yang naik-turun, kemudian berkelok tajam menyuguhkan aksi menantang bagi siapa saja yang melewatinya. Bahkan tak jarang adrenalin langsung terpacu untuk mempercepat laju sepedamotor di saat jalanan sepi. Di beberapa rute jalan ini, Saya sempat menikmati sejenak menjadi 'Raja Jalanan'. Memacu sepedamotor dengan kencang, sambil sesekali memencet klakson keras-keras, sebelum tikungan kembali menghadang perjalanan kami.

Setelah berjalan hampir 45 menit, akhirnya sampai juga di Desa Tiga Juhar. Desa yang sekaligus menjadi pasar pekanan. Menurut warga di sekitar daerah ini, hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai di Danau Linting.

Jalanan setelah pasar ini makin tidak stabil, menurun dan menanjak. Hamparan kebun-kebun penduduk silih berganti dengan hutan-hutan sekunder menjadi pemandangan selama perjalanan.

"Tempatnya di sana, lurus saja.Nanti ada papan namanya kecil sebelah kiri, masuk aja, jalannya agak naik ke atas sedikit," ujar Pak Sembiring, salah seorang warga saat Saya tanya kemana arah jalan Danau Linting.

Hamparan Bukit Barisan yang terbentang makin terlihat jelas di depan. Daerah ini merupakan salah satu kawasan yang dilalui oleh gugusan dataran tinggi yang menyatukan Pulau Sumatera. Meski terbentang dengan kokohnya, sesekali bukit tersebut menghilang ditelan jalan yang berkelok. Karena itulah, klakson kendaraan menjadi hal wajib saat melintasi jalanan ini.(BS02)


Tag:

Berita Terkait