Beritasumut.com-Arkeolog asal Inggris serta ahli sejarah Sumatera Dr E Mckinnon, mengatakan, situs Benteng Putri Hijau ini sudah dikenal di seluruh Inggris. Benteng ini merupakan suatu benteng yang unik yang tersisa dari abad pertengahan. "Untuk itu sisa-sisa benteng yang ada supaya dapat dimanfaatkan dengan baik," sebutnya, dalam seminar Pemanfaatan Situs sejarah Sebagai Sumber Belajar, di galeri Benteng Putri Hijau, Jalan Duku Raya, Perumnas Deli Namurambe, Senin (04/04/2016). Mckinnon menerangkan, menurut legenda masyarakat Karo, puteri hijau adalah Boru Sembiring yang lahir di Siberaya Tanah Karo yang menjadi permaisuri dari raja Aru. Keberadaan Kerajaan Aru dahulunya, sempat dua kali diserang oleh Kerajaan Aceh pada tahun 1539 dan 1615. Sehingga akhirnya nama kerajaan Aru menghilang."Benteng ini merupakan benteng tanah dan parit sebagai pertahanan alam untuk pertahanan. Selain itu benteng tanah juga untuk melihat kedatangan musuh dari atas dan menghambat kedatangan musuh," terangnya.Mckinnon juga menyebutkan, dilokasi benteng ini banyak ditemukan pecahan keramik impor, dan batuan yang berasal dari abad 12 hingga 15. Hal ini menurutnya sebagai bukti adanya hubungan perdagangan barang keramik dengan luar negeri seperti Tiongkok dan Vietnam."Jadi Benteng Putri Hijau adalah satu-satunya benteng yang berusia tua yang masih bisa dilihat keberadannya sekarang. Akibat dari lemahnya pendidikan sejarah masa Orba yang terkonsentrasi pada pulau Jawa, membuat situs Benteng Putri Hijau banyak yang tidak mengetahui," pungkasnya.(BS01)