Masyarakat Sekitar Danau Toba Harus Smile Hadapi Wisatawan

Redaksi - Sabtu, 09 Januari 2016 22:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir012016/beritasumut_Masyarakat-Sekitar-Danau-Toba-Harus-Smile-Hadapi-Wisatawan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Rakor Tindak Lanjut Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba.
Beritasumut.com - Pembangunan destinasi wisata Danau Toba telah dinanti rakyat Sumatera Utara (Sumut) selama berpuluh tahun. Di tahun ini, mimpi itu akan jadi kenyataan. Pemerintah Pusat akan melakukan pembangunan infrastruktur menuju Danau Toba. Bukan hanya itu, danau yang terbesar di Asia Tenggara ini akan disulap menjadi destinasi unggulan Sumut yang bakal menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.Hal itu disampaikan oleh Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba, di Institut Teknologi Del, Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sabtu (9/1/2016).Rapat dihadiri Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, tujuh Bupati/Wali Kota, Kapolda Sumut Irjen Pol Ngadino, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, tokoh masyarakat dan adat se-Tobasa.Namun, dalam pembangunannya butuh dukungan pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar Danau Toba yang mayoritas bersuku Batak. Kendati memiliki keindahan alam yang elok dipandang, namun kondisi lingkungan dan air tawarnya jorok dan bau."Hal itu dipengaruhi masih banyaknya kerambah milik masyarakat dan swasta yang mencemari air serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah," kata Rizal.Budaya seperti ini harus segera direvolusi. Mental masyarakat harus segera direvolusi. Tata krama orang Batak yang dikenal kasar dan sangar harus diubah. Ke depan masyarakatnya harus smile (senyum) dalam menghadapi wisatawan, harapnya.Program pembangunan infrastruktur menuju Danau Toba yang dilakukan pemerintah berupa pembangunan jalan tol, rehabilitasi destinasi Danau Toba dan infrastruktur pendukung lainnya."Infrastruktur jalan, jaringan komunikasi, sanitasi air bersih menjadi prioritas pembangunan kawasan destinasi Danau Toba yang akan dilakukan Badan Otoritas Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba," katanya.Dalam hal ini disepakati Badan Otoritas Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba sebagai single management."Diterapkan management competition dimana akan memacu stakeholder di Sumut untuk ikut berpartipasi dalam mendukung pembangunan destinasi Danau Toba," jelasnya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Wapres dan Gubsu Tebar 26 ribu Ikan Endemik Danau Toba

Berita

Sekda: Penertiban KJA Tetap Memikirkan Kepentingan Masyarakat

Berita

Usai Jokowi, Giliran JK Jumat Besok Kunjungi Sumut

Berita

Danau Toba Jadi Salah Satu dari 10 Destinasi Prioritas Pariwisata Nasional

Berita

Gubernur Sumut Buka Rakor dan Evaluasi Pengembangan Geopark Nasional Kaldera Toba

Berita

Pencemaran Danau Toba Bukan Hanya dari KJA