Beritasumut.com - Puluhan anak usia dini terpaksa belajar beratapkan tenda. Meski beratapkan tenda dan beralas tanah, anak-anak pesisir ini tak kalah dengan anak-anak usia dini lainnya. Mereka telah dapat membaca, menulis hingga Bahasa Inggris.Pemandangan memilukan ini di Dusun VIII, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Dua tahun sudah mereka menimba ilmu di tempat yang kurang layak itu.Calon penerus bangsa ini tetap ingin mengecap pendidikan meskipun dalam kondisi memilukan. Seorang guru melayani puluhan anak pagi hingga siang. Buku-bukunya pun ala kadarnya.Selain belajar di bawah tenda dan menumpang di atas lahan milik warga setempat, mereka juga memiliki cakruk ukuran dua kali tiga meter yang terbuat dari kayu. Di tempat inilah mereka sedikit dapat berlindung dari hujan dan panas.Salah seorang murid, Fauzan, Selasa (7/4/2015), mengatakan mereka senang belajar di sekolah yang diberi nama PAUD Pintar, Bagan Percut ini. Di sini dia dapat belajar Bahasa Arab, berhitung dan Bahasa Inggris. Meskipun hujan mereka tetap sekolah.Cut Darmayanti, satu-satunya guru pengajar di tempat terpencil ini mengatakan awalnya sangat prihatin melihat anak dikampungnya dengan kondisi tidak bersekolah dan tidak dapat tulis baca.Berbekal pernah mengajar di sekolah dasar dirinya mencoba mengumpulkan anak-anak usia dini untuk diajar tulis baca. Belakangan ia mengutip uang Rp1.000 rupiah per hari dari orang tua siswa untuk menyediakan keperluan alat-alat pendidikan.Sekolah ini hanya berkisar 20 km dari Kota Medan, Ibukota Provinsi Sumatera Utara. Namun karena kondisi sulit, banyak anak-anak tak mengecap pendidikan. Warga berharap pemerintah tak lagi melupakan mereka yang berada di daerah pinggiran. (BS-001)