Beritasumut.com – Puak Melayu dari sejumlah Kesultanan di pesisir pantai Timur Sumatera menggelar doa bersama di Masjid Raya Al Mashun, Jalan Sisingamangaraja XII, Medan, Kamis (12/3/2015) malam. Doa bersama tersebut sekaligus mengenang korban pembantaian dan pembunuhan sultan dan keluarganya di sejumlah Kesultanan dan Kerajaan Melayu di Sumatera Timur pada Revolusi Sosial Tahun 1946 lalu.Sebelum doa bersama berlangsung, pihak penyelenggara mengulas sejarah singkat terjadinya Revolusi Sosial 1946 yang menewaskan banyak nyawa dan pembakaran Istana Kerajaan Melayu dan Kesultanan di Sumatera Timur.Tidak sedikit perempuan keluarga Kesultanan diperkosa dihadapan orang tua dan keluarganya. Sedangkan lelaki dibantai dengan sadis. Akibatnya, Kesultanan Langkat banyak kehilangan petinggi kerajaan dan sejumlah pakar. Dalam peristiwa ini, seorang sastrawan Tengku Amir Hamzah, Pangeran Langkat Hulu dan Wakil Pemerintah Republik Indonesia saat itu, turut terbunuh.Peristiwa pembunuhan Tengku Amir Hamzah terjadi pada 7 Maret 1946. Dalam peristiwa itu, Tengku Amir Hamzah dan sejumlah petinggi Kesultanan Langkat dijemput paksa menggunakan truk terbuka oleh sekelompok orang kemudian dikumpulkan di Jalan Imam Bonjol, Binjai. Bersama tahanan lainnya, Tengku Amir Hamzah disiksa kemudian dibunuh di perladangan di kawasan Kuala Begumit oleh Mandor Iyang Wijaya yang tidak lain adalah pelatih kesenian silat kuntau Istana Langkat.Sebelum melakukan pembunuhan, algojo mengabulkan dua permintaan Tengku Amir Hamzah. Pertama; Tengku Amir Hamzah minta penutup matanya dibuka karena ingin menghadapi ajal dengan mata terbuka. Kedua; Tengku Amir Hamzah meminta waktu untuk salat sebelum hukuman dijatuhkan. (BS-001)