Medan, (beritasumut.com) – Kegiatan belajar di sekolah menjadi tugas utama sebagai seorang siswa dan kegiatan ini harus bermakna. Begitu pula dengan aktivitas yang dilakukan di luar mata pelajaran, dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi siswa seperti menanam pohon mangga di lingkungan sekolah.Hal ini dikatakan oleh Plt Walikota Medan diwakili Sekda Syaiful Bahri Lubis pada acara panen raya buah mangga di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model (MAN 2) Medan, Jalan Wiliem Iskandar, Medan, Rabu (21/5/2014).Juga hadir hadir mewakili Kadis Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Masri, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Abdul Rahim MHum, Kadis Pendidikan Kota Medan Marasutan Siregar.Dikatakannya, hari ini diadakan panen raya buah mangga yang sebelumnya ditanam oleh siswa-siswi MAN 2. Menurut Syaiful, kepedulian siswa terhadap kelestarian dan budi daya buah mangga sangat membanggakan. Di samping memiliki beragam prestasi ternyata pelajar MAN 2 Model juga memiliki keterampilan membidudayakan tanaman dalam hal ini buah mangga.“Bukanlah hal yang mudah melakukan bercocok tanam, hal ini harus dilakukan oleh orang yang sudah paham dan berpengalaman. Namun stigma ini dipatahkan oleh pelajar MAN 2 Model,” ujar Syaiful.Sekda berharap agar pelajar MAN 2 Model Medan tetap membina karakter yang peduli lingkungan. Melalui kegiatan bercocok tanam dan panen raya hasil budidaya tanaman buah mangga ini tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan bercocok tanamam buah-buahan dengan jenis tanam buah lainnya. Kegiatan ini akan bermanfaat kedepannya khususnya dalam pelestarian lingkungan.“Selamat atas panen raya buah mangga ini semoga kegiatan ini terus berlanjut ditahun-tahun yang akan datang, dan pada suatau saat dapat memberikan kontribusi positif khususnya pelestarian lingkungan di Kota Medan,” ungkapnya.Sebelumnya Kepala MAN 2 Moddel Medan Burhanuddin Harahap melaporkan, tanaman pohon mangga ini sudah ditanam sejak kepala sekolah sebelumnya. Setelah 10 tahun ditanam baru saat ini dilakukan panen raya. Keberhasilan panen raya ini merupakan komitmen bersama, antara siswa dan guru untuk sepakat tidak mengambil buah sebelum masak. Bila kedapatan melanggar akan diberikan sanksi denda Rp101.000. Nyatanya berhasil dan saat ini kita melakukan panen raya. Ini merupakan bentuk kepatuhan bersama.“Ada sebanyak 30 pohon mangga yang ditanam, dan dalam satu pohon buahnya bisa mencapai 1.500 buah. Diharapkan panen raya ini terus berlanjut, dan kita beharap pendidikan menjadi baik serta menjadikan pelayanan pembelajaran yang damai dan nyaman,” ujar Burhanuddin. (BS-001)