Medan, (beritasumut.com) – Air mata Muhammad Nawawi Pulungan menetes membasahi pipinya. Tubuhnya tampak bergetar karena tak kuat menahan rasa haru ketika Pelaksana Tugas Walikota Medan T Dzulmi Eldin S menyerahkan sertifikat dan replika kunci rumah di Ruang Jahe Lantai VII RSUD Pirngadi, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (25/4/2014). Dengan penyerahan sertifikat dan replika kunci rumah itu, dia bersama anaknya tercinta Siti Aisyah kini telah memiliki tempat tinggal permanen di Perumahan Bougenville, Jalan Sei Mencirim, Kabupaten Deliserdang.Bagaimana tidak terharu, pria bertubuh kurus berusia 58 tahun ini tidak pernah bermimpi bisa memiliki rumah. Penyakit tuberculosis (paru-paru) akut yang menggerogoti tubuhnya membuat dirinya selama ini hanya bisa terbaring lemah.Akibat ketiadaan dana, penyakitnya semakin parah. Jangankan untuk melangkah, bernafaspun terasa sesak dan sakit. Kondisi itu menyebabkan dirinya tak berdaya dan hidupnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab anak perempuannya yang masih berusia 8 tahun.Mereka selama bertahun-tahun hidup dari belas kasihan warga yang merasa iba. Tak memiliki rumah dan hidup berpindah-pindah di atas becak barang yang sekaligus dijadikan tempat tinggal. Nawawi mengikuti kemana Aisyah membawanya guna mencari orang-orang yang masih memiliki hati dan peduli atas penderitaan mereka. Hasil sumbangan warga itu selanjutnya digunakan untuk makan dan membeli obat alat kadarnya. Inilah potret kehidupan Nawawi dan putrinya sehari-hari hingga akhirnya Plt Wali Kota menemukan dan membawanya berobat.Sejak itu sumbangan dari warga terus mengalir, Aisyah pun bisa kembali sekolah guna merajut asanya dan mimpinya. Karena itulah ucapan terima kasih tak putus-putus keluar dari mulut Nawawi atas pemberian rumah yang merupakan hasil bantuan jurnalis Majalah Porperty Jakarta dan Real Estate Indonesia (REI) senilai Rp90 juta disertai tetesan air mata.“Terima kasih kepada para jurnalis Majalah Property Jakarta dan developer (REI) melalui Bapak Plt Walikota dan hak miliknya langsung. Saya sangat bahagia dan terharu sekali, sebab saya selama ini hidup luntang-lantung dengan anak saya karena tidak punya tempat tinggal. Selain itu saya berterima kasih kepada Allah dan semua yang telah menolong saya, terutama Bapak Plt Walikota. Melalui bantuan dab perantara beliau, penyakit saya sekarang mulai sembuh,” kata Nawawi dengan suara lirih dan terbata-bata.Nawawi pun kini mengaku sudah tidak ada lagi masalah dengan pernafasannya untuk menghidup udara segar. Dia pun berharap penyakitnya secepatnya sembuh agar bisa bekerja kembali dan hidup layak dengan putri tercinta yang selama ini berjuang mati-matian merawatnya, termasuk menyekolahkan Aisyah.“Insya Allah tidak lama lagi saya sudah dapat meninggalkan rumah sakit ini,” ungkapnya.Melihat air matanya terus meneters, Plt Walikota kemudian menyerahkan tisu kepada Nawawi untuk menyekanya. Selanjutnya Eldin pun mengelus bahu Nawawi untuk menenangkannya. Setelah itu Eldin pun menjelaskan, bantuan rumah tipe 36 yang diberikan ini merupakan hasil sumbangan jurnalis Majalah Property Jakarta dan REI sebagai bentuk ketersentuhan serta kepedulian atas perjuangan yang dilakukan Aisyah selama ini.Mantan Sekda Kota Medan ini menilai, perjuangan yang dilakukan Aisyah merupakan perbuatan seorang anak yang sangat berbakti kepada orang tua, terutama ayahnya. Dia berharap apa yang dilakukan Aisyah ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya. “Apa yang dilakukan Aisyah selama ini saya nilai bisa menjadi pelopor Kartini masa depan,” ungkap Eldin.Selanjutnya Eldin menjelaskan, dirinya selalu siap untuk membantu anak-anak kurang mampu yang membutuhkan perawatan medis. Apa yang dilakukannya itu murni untuk mengangkat derajat kesehatan para anak, bukan lantaran ingin diekspose. “Kami ingin berbuat agar anak Indonesia, khususnya Kota Medan bisa terjamin kesehatannya dan mendapatkan hak-hak hidupnya di kota yang kita cinta ini. Untuk itu kita telah minta kepada aparat kita mulai dari kepala lingkungan agar melakukan pendataan di lingkungannya masing-masing. Jika ada anak yang membutuhkan perawatan medis, segera dibawa ke rumah sakit,” paparnya.Eldin kemudian menyampaikan ucapan terima kasih kepada jurnalis Majalah Property Jakarta, REI dan Save Aisyah atas bantuan yang telah diberikan kepada Aisyah beserta ayahnya. Dia berharap bantuan yang diberikan ini bisa memotivasi organisasi maupun stake holder lainnya agar peduli atas sesama. Dia yakin dengan kebersamaan dan rasa kepedulian yang tinggi akan mampu meningkatkan derajat kesehatan warga Kota Medan. Sementara itu Koordinator Save Aisyah, Cahyo Pramono mengatakan Aisyah dan ayahnya akan menempati rumah setelah lengkap dengan peralatan rumah tangganya. Saat ini sudah ada sejumlah peralatan rumah tangga mengisi rumah tersebut. Tinggal 17 item lagi peralatan rumah tangga yang dibutuhkan sehingga Aisyah beserta ayahnya dapat hidup layak dan tenang di rumah tersebut. Untuk itu pihaknya masih mengharapkan uluran tangan warga. (BS-001)