Beritasumut.com - DPRD Kota Medan yang tergabung dalam Panitia khusus (pansus) Laporan Pertangungjawaban (LPj) APBD Kota Medan Tahun 2014 minta agar Dinas Bina Marga Kota Medan fokus perbaikan jalan rusak dan masalah banjir di Medan. Sebab, kondisi jalan rusak dan banjir masih menjadi kendala dalam peningkatan pembangunan di Medan.
Penegasan ini disampaikan Ketua Pansus Godfried Effendi Lubis saat memimpin rapat pembahasan Ranperda Kota Medan tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun 2014 di Ruang Banggar DPRD Medan, Rabu (8/7/2015). Rapat ini dihadiri anggota Banggar DPRD Medan dan Kadis Bina Marga Khairul Syahnan.
Menurut Godfried, kondisi jalan rusak saat menggaggung jalannya pembangunan di kota Medan. Bahkan pengguna jalan kerap mengeluh karena masih banyak jalan berlobang akibat galian limbah. Untuk itu, Bina Marga diharapkan agar bekerja maksimal melakukan perbaikan. Bahkan Bina Marga disarankan supaya melakukan kordinasi dengan Pemprov Sumatera Utara dan Pusat melakukan percepatan perbaikan jalan provinsi dan negara.
Sama halnya masalah penanganan banjir, Godfried menekankan kepada Dinas Bina Marga supaya melakukan terobosan baru agar kota Medan terhindar dari banjir. "Kita berharap dan mendorong Bina Marga melakukan penanganan serius upaya mengantisipasi banjir. Selama ini masih banyak kita temukan titik genangan air dan sungai yang meluap. Jika ini diantisipasi dengan serius dipastikan dapat meminimalisir banjir di Kota Medan," cetus Godfried.
Menanggapi usulan Pansus, Kadis Bina Marga Khairul Syahnan menyebutkan, terkait jalan rusak pihaknya melakukan perbaikan dan pengaspalan secara maksimal. Terkait jalan provinsi dan jalan negara, Dinas Bina Marga sudah melakukan kordinasi. Bahkan masalah jalan rusak akibat galian limbah dipastikan Desember 2015 sudah rampung.
Sama halnya dengan masalah banjir, menurut Khairul Syahnan pihaknya telah memprogramkan pembangunan pompa air/pipanisasi. Dengan terealisasinya pembangunan pompa air dimaksud, dipastikan 4 kecamatan akan bebas dari banjir.
"Jika pompa airnya sudah berfungsi, bila terjadi banjir otomatis pompa air berfungsi sehingga permukaan air di Sei Sikambing dan Sungai Deli langsung surut. Memang dananya cukup besar yakni mencapai Rp200 miliar," terang Khairul Syahnan. (BS-001)