Beritasumut.com - DPRD Kota Medan yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Masa Jabatan Walikota Medan 2011-2015 menilai kinerja Walikota Medan Dzulmi Eldin selama lima tahun banyak yang gagal. Bahkan program visi dan misi menjadikan Medan sebagai kota metropolitan, aman dan sejahtera tidak didukung Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Medan.
"Kita kesal dengan kinerja SKPD Pemko Medan yang tidak mampu mengimplementasikan visi dan misi Dzulmi Eldin. Dalam LKPj cukup bagus, tapi fakta di lapangan sangat berbeda. Medan menuju kota metropolitan dan kota yang aman tidak tercapai. Saat ini tindak kejahatan marak di mana-mana," beber Anggota Pansus Parlaungan Simangunsong saat rapat pembahasan LKPj Akhir Masa Jabatan Walikota Medan yang dihadiri Kepala Bappeda Medan Zulkarnain di Gedung DPRD Medan, Kamis (18/6/2015).
Menurut Parlaungan, kemiskinan dan perampokan saat ini sangat menghantui kehidupan masyarakat Medan. Begitu juga masalah infrastruktur dan kebersihan yang masih buruk. Sehingga kondisi banjir kerap menimpa masyarakat Medan.
"Memang Kota Medan selalu mendapat Piala Adipura, tapi mungkin itu karena rekayasa," sambung politisi Demokrat ini.
Untuk itu, Parlaungan mengharapkan agar pansus dapat merekomendasikan kepada pemimpin Pemko Medan ke depan, bagi SKPD yang kinerjanya buruk supaya segera dievaluasi. "SKPD yang terbukti lalai dalam tugas supaya diganti," ujar Parlaungan.
Kritik yang sama disampaikan Anggota Pansus Ahmad Arif. Menurut Arif, LKPj terkait pertumbuhan ekonomi mencapai 7,3 % dinilai terlau dibesar-besarkan. Terbukti, infrastruktur pembangunan di Medan masih buruk. Padahal menurut Arif, salah satu indikator pembangunan ekonomi suatu daerah meningkat dan baik apabila pembangunan jalan bertambah dan bagus.
Sama halnya dengan kepedulian Pemko Medan terhadap pelestarian terhadap nilai bangunan tua dan bangunan bersejarah yang masih minim. Pemko Medan terbukti kurang menjaga kelestarian warisan sejarah. Bahkan hingga saat ini Medan belum memiliki maskot.
Sedangkan Anggota Pansus Maruli Tua Tarigan menilai LKPj Walikota Medan sangat normatif . Maruli Tua menilai belum terlihat perkembangan pembangunan yang signifikan sesuai visi dan misi terdahulu.
"Kota yang berkembang itu harus ada revolusi pembangunan," ujar Maruli Tua. (BS-001)